Wali Kota Tanjungpinang, Syahrul ajak siswa SMPN 5 Tanjungpinang gunakan sedotan ramah lingkungan, Kamis (8/8). F. Humas Pemko Tanjungpinang untuk Batam Pos

PRO PINANG – Pencanangan gerakan pengurangan sampah plastik di lingkungan pendidikan di Kota Tanjungpinang sudah mulai dilakukan di SMPN 5 Tanjungpinang dengan cara stop penggunaan sedotan plastik dan mengganti dengan sedotan ramah lingkungan.

Pengurangan sampah plastik dilingkungan sekolah itu juga berperan dalam mensukseskan pengurangan sampah di Tanjungpinang.

Loading...

Kepala sekolah SMPN 5 Tanjungpinang, Yulismar menyampaikan, kebijakan stop penggunaan sedotan plastik itu sudah dimulai setahun yang lalu, seperti salah satu misinya yaitu pengelolaan bank sampah, dari bank sampah siswa ke bank sampah sekolah selanjutnya ke petugas yang sudah diadakan kerjasama, namun siswa yang menjual gelas plastik ke bank sampah sekolah meninggalkan sedotan plastik bersama tutup gelas.

“Akhirnya dari situ kami keluarkan kebijakan karena sedotan plastik itu tidak terperhatikan karena tidak punya nilai jual makan kita ambil kebijakan stop sedotan plastik,” kata Yulismar saat diwawancarai usai kegiatan, Kamis (8/8).

Wali Kota Tanjungpinang, Syahrul ajak siswa SMPN 5 Tanjungpinang gunakan sedotan ramah lingkungan, Kamis (8/8). F. Humas Pemko Tanjungpinang untuk Batam Pos

Ia menjelaskan kebijakan itu ditindaklanjuti oleh LSM Alim yang mengatakan dari total siswa SMPN 5 sebanyak 687 dalam satu minggu sekitar 4.000 sedotan plastik yang tidak digunakan dan menjadi sampah di sekolah itu, lantas bagaimana jika satu bulan atau satu tahun.

“Lalu itu dilaporkan kepada wali kota, itulah sebabnya awal dilakukan pencanangan gerakan stop sedotan plastik,” sebutnya.

Sementara itu Wali Kota Tanjungpinang, Syahrul mengatakan gerakan pengurangan sampah plastik di lingkungan sekolah itu perdana diharapkan bisa diikuti oleh sekolah lain di Tanjungpinang untuk mengurangi dampak sampah plastik.

“Juga mendukung program pemerintah pusat untuk mengurangi sampah plastik dan program Dinas Pendidikan,” kata Syahrul.

Wali Kota Tanjungpinang, Syahrul ajak siswa SMPN 5 Tanjungpinang gunakan sedotan ramah lingkungan, Kamis (8/8). F. Humas Pemko Tanjungpinang untuk Batam Pos

Syahrul menyampaikan diperlukan aksi nyata dari diri sendiri dan semua elemen, baik masyarakat, pemerintah, kepala sekolah, dan lembaga masyarakat untuk menggurangi sampah. Permasalahan sampah  telah menjadi masalah global, tidak terkecuali di Indonesia yang menduduki peringkat kedua negara penghasil sampah plastik di lautan dan penghasil sedotan plastik sekali pakai setelah negara Tiongkok.

“Akibatnya, potensi pencemaran sampah plastik tidak hanya berdampak bagi kehidupan laut tetapi juga bagi kesehatan manusia ketika ikan terkontaminasi plastik dan dikonsumsi manusia,” ujar Syahrul.

Menurut Syahrul, larangan menggunakan sedotan plastik bagi seluruh peserta didik SMPN 5 Tanjungpinang merupakan suatu gebrakan dan inovasi yang luar biasa guna menggurangi timbunan sampah dan penggunaan sampah plastik sedotan di sekolah.

“Kegiatan ini akan membantu mengurangi satu miliyar sedotan plastik yang dibuang per tahun dan juga penyelamatan lingkungan dari pencemaran penggunaan plastik,” tuturnya. (cr2)

Loading...