Humas PT Pelindo I Tanjungpinang, Yogi Silalahi memperlihatkan cara membeli tiket menggunakan mesin Kios-K, Kamis (8/8). F Peri Irawan / Batam Pos

PRO PINANG – Antusias masyarakat Tanjungpinang dalam menggunakan aplikasi ‘Nyebrang Yuk’ untuk membeli tiket kapal di Pelabuhan Sri Bintan Pura (SBP) Tanjungpinang secara online masih rendah.

Sekitar dua minggu usai diresmikan, penggunaan aplikasi itu terbilang masih sedikit karena pada tahap awal hanya satu agen kapal yang sudah bekerjasama dengan pihak PT Pelindo I Tanjungpinang yaitu Marina group.

Humas PT Pelindo I Tanjungpinang, Yogi Silalahi mengatakan antusias masyarakat untuk tahap awal setelah diresmikan cukup positif diharapkan ke depannya untuk nyeberang ke Batam atau antar pulau se Kepri semakin mudah.

“Dalam satu hari yang menggunakan aplikasi atau mesin kios-k rata-rata 10 orang, sudah mulai ada peningkatan dibanding beberapa hari usai diresmikan,” kata Yogi di Pelabuhan SBP, Kamis (8/8).

Dikatakan Yogi, karena masih tahap awal dengan jumlah pengguna 10 orang per hari bisa dikatakan cukup baik, karena saat ini hanya tersedia untuk Pelabuhan Telaga Punggur, Batam.

“Kita terus sosialisasikan melalui duta terminal yang setiap hari standbye di SBP,” ungkapnya.

Humas PT Pelindo I Tanjungpinang, Yogi Silalahi memperlihatkan cara membeli tiket menggunakan mesin Kios-K, Kamis (8/8). F Peri Irawan / Batam Pos

Menurutnya saat ini karena hanya tersedia satu agen kapal sementara sebagian masyarakat sudah terbiasa menggunakan jasa kapal lain, sehingga masyarakat masih membeli tiket dengan cara manual untuk agen kapal lain yang belum bekerjasama menggunakan aplikasi Nyebrang Yuk.

“Kita masih berusaha mengajak agen kapal lain agar secepatnya bergabung untuk menggunakan aplikasi itu,” ujar Yogi.

Yogi mengaku tidak tau alasan agen kapal lain belum mau menggunakan aplikasi tersebut padahal dengan menggunakan aplikasi itu sistem pembayaran lebih transparan, manifest penumpang juga lebih jelas, jelas masuk ke sistem berapa orang yang berangkat.

“Kita sebagai penyedia jasa pelabuhan juga tidak bisa memaksa mereka untuk gunakan aplikasi itu,” tambahnya.

Dijelaskan juga, Pelabuhan SBP merupakan salah satu dari tiga kota di Indonesia yang sudah menggunakan aplikasi Nyebrang Yuk , karena juga menjadi salah satu pelabuhan tersibuk.

“Dalam waktu dekat penerapan aplikasi ini akan diberlakukan di Pelabuhan Karimun,” tambahnya.

Sedangkan untuk penggunaan mesin kios-k bagi masyarakat yang menggunakan kartu debit sudah bisa membeli tiket di pelabuhan SBP untuk semua kartu debit, sementara itu bagi yang menggunakan kartu langganan elektronik saat ini tersedia Brizi dan E-money. (cr2)