Kondisi tiang penyangga Jembatan II Dompak yang mulai keropos karena korosi terancam roboh. F.Yusnadi Nazar / Batam Pos

PRO PINANG – Kepala Bidang Bina Marga, Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Pertanahan (PUPP) Provinsi Kepri, Hendrija mengatakan perbaikan kerusakaan Jembatan II Dompak, Tanjungpinang membutuhkan biaya cukup besar. Menurutnya, dari 61 tiang pancang baja konstruksinya mengalami kerusakkan hampir 85 persen. Adapun perkiraan anggaran untuk perbaikan tersebut tembus Rp5 miliar.

“Jembatan II Dompak terbagi dalam tiga sektor. Bagian tengah jembatan yang konstruksinya dari beton tidak mengalami kerusakkan atau erosi. Yang keropos tiangnya adalah bagian penghubung dikedua sisi jembatan,” ujar Hendrija di Kantor Dinas PUPP Provinsi Kepri, Kamis (8/8).

Diakui Hendrija, untuk saat ini pihaknya memang tidak memiliki anggaran untuk pemeliharaan. Atas dasar itu, perlu waktu untuk melakukan perbaikan. Yakni, sampai tersedianya anggaran untuk memperbaiki objek vital tersebut. Kemudian katanya, terkait metode yang akan digunakan, tergantung hasil inevstigasi dari Pusat Data Pengembangan Jalan dan Jembatan (Pusdatan) Kementerian Pekerjaan Umum. Disebutkannya, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Pusdatan, tinggal menunggu waktu mereka untuk turun.

“Kalau struktur utama jembatan yang menjadi laluan pelayaran sebenarnya tidak mengalami persoalan. Kami juga akan menyampaikan perkembangan ini ke Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Tanjungpinang. Bahwa aktivitas pelayaran dapat melintas dibawah jalur pelayaran,” jelasnya.

Ditanya mengenai konstruksi bangunan yang berbeda antara Jembatan III dan II, mengingat proyek tersebut tercatat dalam kegiatan multi years yang ditetapkan dalam Peraturan Daerah (Perda) Nomor 14 Tahun 2007 tentang pembangunan tahun jamak? Mengenai hal itu, Mantan Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas PU Provinsi Kepri tersebut mengatakan, dalam pembangunan PT Wiratman adalah Konsultan Manajemen.

“Perbedaan konstruksi yang dibukan dipengaruhi oleh beberapa faktor. Pertama adalah kondisi tanah, sehingga perlu dilakukan penyesuaian-penyesuain tertentu. Kemudian menyangkut persoalan anggaran, karena proyek tersebut terjadi adendum,” jelasnya lagi.

Terpisah, Sekretaris Daerah (Sekda) Kepri, TS. Arif Fadillah mengatakan, Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Pemprov Kepri akan memprioritaskan anggaran perbaikkan tersebut lewat APBD Perubahan nanti. Menurutnya, tidak adanya alokasi anggaran pemeliharaan, karena terbatasnya kemampuan keuangan daerah. Ia juga meminta, Dinas PU untuk mengecek jembatan-jembatan yang masih menjadi tanggungjawab Provinsi Kepri.

“Sudah kita putuskan, bahwa kebutuhan perbaikan Jembatan II Dompak itu lewat APBD Perubahan nanti. Meskipun harus melakukan rasionalisasi terhadap sejumlah kegiatan lainnya,” ujar Sekda Arif, kemarin.(jpg)