Petugas sedang melakukan pemeriksaan post-mortem difokuskan pada hati hewan, Minggu (11/8). F.Humas BKP Tanjungpinang untuk Batam Pos

PRO PINANG – Balai Karantina Pertanian (BKP) Kelas II Tanjungpinang bersama Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan (DP3) Kota Tanjungpinang lakukan pemeriksaan hewan kurban ke tempat penyembelihan untuk antisipasi beredarnya hewan kurban yang tak layak sembelih dan menjamin daging hewan kurban aman, sehat, utuh dan halal (ASUH).

Medik veteriner BKP Tanjungpinang, drh. Dorisman mengatakan saat ini terdapat empat orang dokter hewan dan lima orang para medik yang turun langsung ke lapangan untuk memeriksa hewan kurban menuju sembilan Masjid yang ada di Tanjungpinang.

Loading...

“Diantaranya Masjid Al-Khairat Kampung Bulang, Masjid Zul Firdaus Bintan Centre, Masjid Al Furqon Jl. Pemuda dan lainnya,” kata Dorisman, Minggu (11/8).

Dijelaskan Dorisman, pemeriksaan kesehatan hewan meliputi pemeriksaan ante mortem (sebelum hewan disembelih) dan pemeriksaan post-mortem (setelah hewan disembelih). Pemeriksaan ante mortem untuk mencegah penularan penyakit dari hewan ke manusia (zoonosis), pemeriksaan meliputi keadaan kulit, gigi dan mulut, kuku kaki, dan selaput lendir.

“Petugas tidak hanya memeriksa hewan kurban, namun juga memberikan jaminan kesehatan daging hewan kurban agar layak untuk dikonsumsi oleh masyarakat,” ujarnya.

Petugas sedang melakukan pemeriksaan post-mortem difokuskan pada hati hewan, Minggu (11/8). F.Humas BKP Tanjungpinang untuk Batam Pos

Sedangkan pemeriksaan post-mortem difokuskan pada pemeriksaan organ dalam, seperti hati. Hati hewan kurban rentan terserang cacing hati Fasciola hepatica, jika ditemukan cacing di dalam organ hati, maka organ tersebut harus segera dibuang agar tidak untuk dikonsumsi oleh masyarakat.

“Selain hati, organ dalam lain yang perlu untuk diperiksa yaitu paru-paru, limpa, dan ginjalginjal,” ucapnya.

Lanjutnya menyampaikan petugas juga memeriksa umur hewan agar hewan yang sudah cukup umur dan memenuhi syarat serta mengawasi bagaimana perlakuan masyarakat terhadap hewan kurban sesuai dengan Animal Welfare.

“Kesejahteraan hewan harus diperhatikan agar hewan memiliki rasa aman, tidak stress dan nyaman sebelum disembelih,” ungkapnya.

Kemudian ia juga memberikan masukan kepada panitia kurban, supaya tidak menggunakan plastik berwarna hitam untuk mengemas daging serta memisahkan antara daging dan jeroan saat peng kemasa dilakukan. (cr2)

Loading...