Kabid SDM, Umum dan Komunikasi Publik, BPJS Cabang Tanjungpinang, Agusrianto, Senin (12/8). F.Peri Irawan / Batam Pos

PRO PINANG – Rencana kenaikan iuran Badan Penyelenggara Jaminan  Sosial (BPJS) Kesehatan masih dalam tahan proses usulan dari Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN).

Kepala Bidang Sumber Daya Manusia (SDM), Umum, dan Komunikasi Publik, BPJS Cabang Tanjungpinang, Agusrianto menjelaskan secara iuran peserta pekerja bukan penerima upah (PBPU) belum mengalami kenaikan namun dalam tahan usulan DJSN.

Loading...

“Jika disetujui itu akan berlaku untuk seluru Indonesia nantinya dan saat ini belum ada yang menerapkan iuran kenaikan itu,” kata Agus saat dikonfirmasi Batam Pos, Senin (12/8).

Dijelaskan Agus,  kenaikan setiap kelas juga berbeda setiap kelasnya, untuk kelas I diusulkan naik sebesar 50 persen atau Rp 40.000 yang semula Rp 80.000 diusulkan menjadi Rp 120.000,  untuk kelas II diusulkan naik 57 persen atau Rp 29.000 yang semula Rp 51.000 diusulkan menjadi Rp 80.000.

“Sedangkan untuk kelas III mengalami kenaikan sebesar 65 persen atau Rp 16.500 yang semula Rp 25.000 diusulkan naik menjadi Rp 42.000, dan fasilitas setiap kelasnya masih sama tidak ada penambahan,” paparnya.

Lanjutnya menjelaskan alasan kenaikan itu secara angka aktual, iuran sekarang memang tidak mencukupi, tidak sebanding dengan biaya pelayanan yang dikeluarkan itu yang menyebabkan terjadinya defisit.

“Ini merupakan salah satu solusi, namun ini baru tahap usulan,” ungkapnya.

Sementara terkait waktu pelaksanaanya  belum bisa dipastikan karena masih berupa usulan ditahun 2019, dan dalam prosesnya lancar, tahun ini juga akan ada kenaikan.

“Cuma kita BPJS Cabang Tanjungpinang tidak tau saat ini prosesnya sampai dimana,” sebutnya. (cr2)

Loading...