Kepala BPOM Tanjungpinang, Mardianto (kiri) pada salah satu sosialisasi BPOM, Senin (12/8). F.Dokumentasi pribadi untuk Batam Pos

PRO PINANG – Maraknya penggunaan kantong plastik kresek untuk pengemasan daging kurban menjadi perhatian Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Tanjungpinang.

Kepala BPOM Tanjungpinang, Mardianto mengatakan sebenarnya tidak melarang penggunaan kantong kresek plastik, namun masyarakat harus memperhatikan peruntukannya, sebab kebanyakan pembuatan kantong plastik berasal dari daur ulang plastik.

“Kita mengimbau agar tidak menggunakan kantong plastik yang mewadahi langsung berbagai bahan makanan,” kata Mardianto.

Mardianto menyarankan penggunaan kantong kresek dari jenis bahan plastik yang relatif aman digunakan untuk makanan, seperti HDPE, LDPE, Polietilen Tereftalat (PET), dan Polipropilen (PP), dan yang mencantumkan logo tara pangan berupa simbol berbentuk gelas dan garpu.

“Serta harusĀ  memperhatikan petunjuk penggunaan dari produsen,” ujarnya.

Dijelaskan Mardianto plastik daur ulang tersebut umumnya berasal dari limbah wadah bekas produk pangan, bahan kimia, pestisida, yang tercampur kotoran hewan atau manusia, serta dalam proses pembuatan juga menggunakan bahan kimia yang berbahaya bagi kesehatan.

“Kami himbau untuk tidak menggunakan kantong plastik kresek daur ulang untuk mewadahi langsung berbagai jenis bahan baku pangan misalnya daging, ikan, serta berbagai jenis makanan siap santap, kecuali seprti gula pasir yang sudah dibungkus plastik sebelumnya,” paparnya. (cr2)

Loading...