Kasat Reskrim Polres Tanjungpinang, AKP Efendri Ali. F.Yusnadi / Batam Pos

PRO PINANG – Meski laporan polisi telah dicabut, Satreskrim Polres Tanjungpinang tetap melanjutkan proses hukum terhadap Bobby Jayanto, terlapor kasus diskriminasi ras dan etnis.

Kasat Reskrim Polres Tanjungpinang, AKP Efendri Ali menjelaskan, meski laporan dicabut, pihaknya tetap melakukan proses penyidikan, kasus tersebut tidak termasuk delik aduan. Sejauh ini, penyidik telah memeriksa 31 saksi. “Surat pencabutan laporan sudah kami terima,” kata Ali.

Loading...

Selanjutnya, penyidik segera menggelar perkara guna menetukan status hukum terlapor. “Kami sudah minta keterangan ahli pidana,” ujar Ali.

Dalam kasus ini, pelaku atau tersangka dapat dijerat pasal 4 ayat 1 ke 2 junto pasal 16 Undang undang (UU) nomor 40 tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan diancam dengan dengan hukuman maksimal 5 tahun dan atau denda Rp500 juta.

Seperti diketahui, sejumlah Organisasi Massa (Ormas) melaporkan Bobby Jayanto ke Mapolres Tanjungpinang, Selasa (11/6). Berdasarkan laporan polisi nomor: LP-B/82/VI/2019/KEPRI/SPKT-Res TPI tanggal 11 Juni 2019, terlapor diduga telah melakukan tindak pidana penghapusan diskriminasi ras dan etnis di Klenteng Jalan Pelantar II Tanjungpinang Kota, Sabtu (8/6) lalu.

Diskriminasi ras dan etnis yang diucapkan terlapor dalam bahasa Tionghoa, terekam video berdurasi lebih kurang 16 menit dan sempat tersebar di media sosial. (odi)

Loading...