Ketua Komisi I DPRD Kota Tanjungpinang, Maskur Tilawahyu. F.Peri Irawan / Batam Pos

PRO PINANG – Terkait kasus pelecehan seksual yang dilakukan oleh seorang oknum guru kepada salah satu siswa yang terjadi di lingkungan pendidikan di Tanjungpinang, menjadi perhatian semua kalangan tidak terkecuali dari kalangan DPRD Kota Tanjungpinang.

Ketua Komisi I DPRD Kota Tanjungpinang, Maskur Tilawahyu sangat menyayangkan sekali atas kejadian tersebut karena kejadian seperti itu kembali terjadi di Kota Tanjungpinang, padahal sudah dicetuskan dan mengikrarkan bahwa Tanjungpinang adalah kota pendidikan.

Loading...

“Kita sudah siapkan perangkat dan aturan segala macam untuk menjaga nama baik itu,” kata Maskur usai rapat paripurna di kantor DPRD Tanjungpinang, Selasa (13/8).

Maskur meminta kepada pihak kepolisian untuk tegas terkait hal itu dan meminta kepada pihak sekolah negeri dan swasta ataupun yayasan agar lebih selektif dalam rekrutmen guru, disiplin dalam mengatur lingkungan pendidikan.

“Jika tidak begitu akan merusak dunia pendidikan di Tanjungpinang ini,” ujarnya.

Selain itu, dijelaskan maskur kepada Pemko dan Pemprov untuk bersinergi untuk menciptakan dunia pendidikan yang baik untuk anak dalam belajar, sehingga ke depannya hal serupa tidak kembali terjadi.

“Jadikan ini pembelajaran, jadikan komitmen bersama dan kepada sekolah bisa di review lagi para guru yang mengajar disekolah masing-masing,” pesannya.

Menurut Maskur, pada saat ini hubungan antara orang tua dan anak sudah mulai renggang, komunikasi dalam rumah tangga serta pantauan orang tua kepada anak sudah berkurang sehingga kesempatan anak untuk bercerita kepada orang tua saat pulang sekolah sudah jarang terjadi.

“Orangtua harus lebih peduli dengan menanyakan kondisi anak dengan sering berkomunikasi ketika anak pulang sekolah, menanyakan kegiatan anak di dalam dan luar sekolah, jadi emang harus ada peran lebih dari orang tua,” tambahnya. (cr2)

Loading...