Gedung PN Tanjungpinang di jalan Ahmad Yani Tanjungpinang. F.Yusnadi / Batam Pos

PRO PINANG – Oknum Aparatur Sipil Negara (ASN), yakni Hady Susanto, dituntut tujuh tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) di Pengadilan Negeri Tanjungpinang, Senin (12/8). JPU juga menuntut oknum guru yakni Syaferi dengan hukuman delapan tahun penjara.

Dalam tuntutannya, JPU Ristianti menyatakan, dua terdakwa terbukti secara sah melawan hukum memiliki, menyimpan, menguasai, atau menyediakan narkotika Golongan I bukan tanaman.

Perbuatan terdakwa melanggar pasal 112 ayat 1 Undang-Undang Republik Indonesia No.35 Tahun 2009 tentang Narkotika. “Dua terdakwa didenda Rp 1 miliar subsider 2 bulan kurungan penjara,” kata JPU.

Hakim ketua Sumedi menunda persidangan selama satu pekan dengan agenda pembacaan pembelaan secara tertulis (pledoi) dari kedua terdakwa.

Seperti diketahui, penangkapan terdakwa Hady berdasarkan hasil pengakuan dari terdakwa Syaferi (sidang terpisah) yang mengaku mendapatkan sabu dari Hady. Terdakwa lalu ditangkap di rumahnya Perumahan Bukit Indah Lestari Tanjungpinang Timur pada Maret 2019 lalu. Dalam penggeledahan, petugas menemukan barang bukti dua paket sabu dan timbangan digital. (odi)

Loading...