Kepolisian dan guru mediasi bersama para orangtua siswa yang terlibat perkelahian, Kamis (15/8). F.Peri Irawan / Batam Pos

PRO PINANG – Sempat viral di media sosial Whatsapp vidio perkelahian akibat salah paham antara dua kelompok siswa dari SMAN 3 dengan SMKN 3 Tanjungpinang akhirnya saling berdamai dan saling memaafkan setelah dilakukan mediasi oleh Kepala Sekolahnya, di SMAN 3 Tanjungpinang.

Mediasi juga diikuti oleh Kapolsek Tanjungpinang Timur, Kapolsek Tanjungpinang Barat, Satpol PP Kepri, serta orang tua siswa yang terlibat perkelahian.



Kepala Sekolah SMKN 3 Tanjungpinang, Jumadi saat mediasi memberikan pengarahan kepada siswa yang terlibat perkelahian itu, dan meminta agar tidak akan mengulangi dan melanjutkan perkelahian itu.

“Masalah yang kalian lakukan semalam, mengundang perhatian banyak kalangan, pernah gak kalian berpikir hal ini bisa terjadi, kalian mau jadi terkenal dengan cara yang tidak baik,” kata Jumadi.

Kepolisian dan guru mediasi bersama para orangtua siswa yang terlibat perkelahian, Kamis (15/8). F.Peri Irawan / Batam Pos

Jumadi menjelaskan perkelahian terjadi diluar jam sekolah, sehingga tidak menjadi tanggungjawab sekolah, karena tanggung bajakan sekolah dari masuk sekolah pukul 07.00 WIB sampai pukul 15.00 WIB.

“Batas pengawasan kami disekolah antara pukul 07.00 WIB -15.00 WIB, jadi kejadiannya diluar jam sekolah,” ungkapnya.

Jumadi meminta kepada seluruh siswa yang terlibat untuk membuka hati dan legowo untuk saling memaafkan, jangan sampai kejadian itu terjadi lagi dan cukup hari ini selesai, serta tidak mendengarkan hasutan dari provokator.

Sementara itu di tempat yang sama, Kasi Perserta Didik SMK Dinas Pendidikan Provinsi Kepri, Arif Salman juga meminta agar kejadian itu tidak dilanjutkan, dan siswa juga saling memaafkan karena masa depan yang akan dilalui masih panjang, jangan sampai nama baik rusak akibat perkelahian itu.

“Jadikan pelajaran untuk kita bersama sebab yang menerima dampak tidak hanya siswa terlibat, ada nama sekolah yang harus dijaga,” debutnya.

Kepolisian dan guru mediasi bersama para orangtua siswa yang terlibat perkelahian, Kamis (15/8). F.Peri Irawan / Batam Pos

Disamping itu pengakuan salah satu siswa yang terlibat perkelahian itu yang berasal dari SMAN 3, Angga menjelaskan kejadian itu berawal saat seorang pelajar putri SMAN 3 Tanjungpinang disenggol dengan menggunakan sepeda motor oleh alumni SMKN 3 dekat lapangan Futsal RKA jalan Pantai Impian Tanjungpinang, pada hari Rabu (14/8) kemarin, kemudian ia langsung mendatangi dan meminta santai saat mengendarai sepeda motor.

“Setelah kejadian itu, ternyata sorenya sebanyak 20 motor siswa SMKN 3 berboncengan bersama temanya mendatangi SMAN 3,” papar Angga saat ditemui di SMAN 3 Tanjungpinang, Kamis(15/8).

Angga mengungkapkan, pada awalnya siswa SMAN 3, berbicara baik-baik menanyakan tujuan siswa SMKN 3 datang kesitu tujuannya apa, tetapi mereka (Siswa SMKN 3) malah memukulinya, karena dipukul selanjutnya teman – temannya yang lain langsung membantu memukul mereka dan terjadi perkelahian.

“Kami awalnya ngomong secara baik-baik, kami lihat mereka ada yang membawa batu, balok dan lain-lain,” tambahnya.(cr2)

Loading...