Plt Gubernur Kepri, H Isdianto menyematkan anugerah tanda kehormatan Satya Lancana Karya Satya 10 tahun kepada Joni Hendra pada Kamis (15/8) lalu. F.Humas Pemprov Kepri untuk Batam Pos

Pemerintah Provinsi Kepri memberikan anugerah tanda kehormatan Satya Lancana Karya Satya 10 tahun, 20 tahun dan 30 tahun, Kamis (15/8) lalu kepada 287 Aparatur Sipil Negara (ASN). Namun diantara jumlah tersebut, hanya ada satu nama yang tidak pernah berganti posisi. Baik itu sejak diangkat menjadi ASN sampai bergantinya Gubernur Kepri dan Wakil Gubernur Kepri. Dia adalah Joni Hendra, sang forider yang selalu totalitas dalam membantu kelancaran tugas Gubernur. Bahkan ia tidak pernah cuti sampai sekarang ini.

Jailani, Tanjungpinang



Kesan pertama ketika pertama kali bertemu dengan lelaki kelahiran Tanjungpinang tersebut adalah pria yang murah senyum. Pria 43 tahun tersebut juga sangat sopan dalam bertutur kata. Ia menjadi pengawal kenderaan Gubernur sejak Pemprov Kepri resmi berkantor di Kota Tanjungpinang sejak era kepemimpinan Gubernur Ismeth Abdullah. Diceritakannya, ia menyandang sebagai honorer sejak 2004 lalu di Kota Tanjungpinang. Adapun tugasnya pada waktu itu adalah sebagai forider Walikota Tanjungpinang, Suryatati A Manan.

Seiring berjalannya waktu, sejak 2005 dirinya di Bawah Kendali Operasi (BKO) ke Pemprov Kepri. Baginya menjadi seorang forider memberikan ceritakan dan mencatatkan pengalaman tersendiri. Joni menyebutkan ia masuk sebagai di lingkungan eksekutif, yakni Pemko Tanjungpinang pada kurun waktu 2002 lalu. Pekerjaan pertamanya adalah sebagai petugas timbangan di Dinas Perhubungan Kota Tanjungpinang. Berselang beberapa waktu kemudian, ia ditunjuk sebagai Forider Walikota Tanjungpinang, Suryatati A Manan. Lama pengabdiannya sebagai pengawal mobil Walikota Tanjungpinang adalah selama kurang lebih dua tahun.

“Pada satu waktu, karena kesalahan teman, saya yang kena marah. Gara tidak tahu jalan mengenai daerah yang akan dituju. Sehingga menyebabkan kedatangan Bu Wali terlambat,” ujar Joni sambil tersenyum mengenang suka duka pekerjaanya itu.

Kemudian, ketika terjadi pembentukan Provinsi Kepri dan setelah pemilihan Gubernur Kepri, Pak Ismeth yang naik, ia diperbantukan ke Dishub Provinsi Kepri. Sehingga sejak tahun 2005 sampaikan kesaat ini, ia masih menekuni pekerjaanya sebagai seorang forider. Meskipun pekerjaan sebagai pengawal kendraan, ia tidak terlintas untuk pindah tugas. Menurut pengakuan Joni, sewaktu ia menjadi Forider Walikota Tanjungpinang, ia masih menjalin asmara dengan istrinya saat ini, Susantri. Bahkan istrinya pernah protes, karena tidak ada waktu untuk bersama. Akan setelah berumah tangga lambat laut, istri terkasihnya itu mulai mengerti. Dan ia pun semakin fokus menjalankan tugas dan tanggungjawabnya sebagai forider.

Plt Gubernur Kepri, H Isdianto memberikan anugerah tanda kehormatan Satya Lancana Karya Satya 10 tahun kepada Joni Hendra pada Kamis (15/8) lalu. F.Humas Pemprov Kepri untuk Batam Pos

Kesibukan yang amat ia rasakan adalah ketika menjadi forider Gubernur Kepri pertama, Pak Ismeth. Pernah katanya, saat pembahasan APBD pulang sampai jam 05.00 pagi. Kemudian sekitar pukul 07.30 WIB berangkat lagi kekantor Dewan untuk sidang paripurna. Sejak dari tahun 2005 sampai saat ini, ia tidak pernah cuti. Ia istirahat bekerja ketika Gubernur pergi keluar kota. Akan tetapi apabila masih dalam Provinsi Kepri, ia harus selalu stanby.

“Setiap priode kepala daerah pasti ada suka dukanya. Entah itu nabrak, ataupun kena marah gara-gara tidak hapal lokasi,” kenangnya.

Disebutkannya, keuntungan menjadi seorang forider adalah bisa berintraksi dengan para pejabat. Sedangkan dukanya, apabila terjadi sesuatu dilapangan seperti tabrakan, harus diselesaikan sendiri. Selain itu adalah tidak bisa untuk buat janji sama orang. Karena jam kerja tidak menentu. Dalam menjalankan pekerjaanya ia hanya sendiri, tanpa ada pendamping.

“Yang jelas handphone harus stanby 24 jam. Kerja sendiri, sehingga harus cekatan dan butuh konsentrasi. Jangan sampai tersilap. Karena konsekuensinya adalah kena tegur. Karena pernah dimaki, gara-gara nyenggol mobil anggota dewan,” bebernya.

Dikatakannya juga, apabila Gubernur keluar kota, waktu itu ia gunakan untuk menghafal jalan yang ada di Tanjungpinang dan Bintan. Seperti ke resort-resort ataupun perkampungan-perkampungan yang jauh. Sehingga apabila nantinya ada kunjungan mendadak sudah tidak report lagi. Karena jarang bersama keluarga, waktu tersebut bisa dimanfaatkan untuk jalan-jalan sama keluarga.

Plt Gubernur Kepri, H Isdianto beri ucapan selamat anugerah tanda kehormatan Satya Lancana Karya Satya 10 tahun kepada Joni Hendra pada Kamis (15/8) lalu. F.Humas Pemprov Kepri untuk Batam Pos

“Hitungannya jalan-jalanlah, sambil menghapal jalan. Karena terkadang Pak Gubernur sering melakukan kunjungan mendadak. Maka harus dipersiapkan. Dan butuh ketajaman ingatan,” jelasnya.

Lebih lanjut katanya, pria yang statusnya masih sebagai staf biasa di Dishub Provinsi Kepri tersebut menyebutkan, status pegawai negeri melekat padanya sejak 2009 lalu. Adapun Gubernur Kepri sudah beberapa kali berganti wajah. Yakni mulai Ismeth Abdullan, HM Sani, Agung Mulyana, Nuryanto, Nurdin Basirun sampai Plt Gubernur Kepri, Isdianto saat ini. Bahkan mobil foridernya juga sudah berganti merek. Sebelum menggunakan suzuki grand vitara, ia juga pernah menggunakan nissan terano sebagai mobil forider.

Ditambahkannya, Satya Lancana Karya Satya 10 tahun yang didapatnya saat ini adalah sejarah baginya. Diungkapkannya, meskipun golongan pangkatnya sekarang III A, ia tetap akan terus bekerja dengan riang gembira. “Tentunya ini menjadi sejarah pribadi bagi saya. Karena tanda kehormatan ini saya dapat hanya pada satu posisi, dan tentunya berbeda dari ASN kebanyakkan,” tutup Joni Hendra.

Sementara itu, Basoruddin Staf Humas Pemprov Kepri juga salut dengan ketekunan dan kegigihan yang dimiliki oleh Joni Hendra. Disebutkannya sejak dirinya bertugas di Humas, ia belum pernah mendengar adanya keluhan dari Joni. Ia juga salut, karen Joni bisa menjalakan pekerjaannya sendiri, tanpa ada pendamping sebagai penunjuk jalan. “Memang apabila Pak Gub pergi dia harus pergi. Kalau Pak Gub pulang tengah malam, dia juga pulang tengah malam. Susah untuk mencari pengganti orang kayak Bang Joni,” ujar Basor.(***)

Loading...