H Irwansyah SE MM, Anggota Komisi III DPRD Kepri. F.Istimewa

PRO PINANG – Pemerintah Provinsi Kepri terpaksa mengambil tindakkan ekstrem untuk memperbaiki kerusakkan Jembatan II Dompak, Tanjungpinang. Yakni, dengan membatalkan sejumlah proyek strategis untuk memperbaiki infrastruktur tersebut.

“Konsekuensinya memang ada harus ada kegiatan yang dikorbankan. Karena memang kebutuhan biaya cukup besar untuk perbaikkan tersebut,” ujar Legislator Komisi III DPRD Kepri, Irwansyah, Jumat (16/8) lalu di Kantor DPRD Kepri, Tanjungpinang.



Menurut politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) tersebut, kondisi keuangan Pemprov sedang tidak memiliki cadangan yang baik. Sehingga mahu tidak mahu adalah melakukan rasionalisasi kegiatan untuk memenuhi kebutuhan perbaikkan infrastruktur tersebut. Apalagi keberadaan Jembatan II Dompak sangat penting bagi berbagai aktivitas.

“Kerusakkan yang terjadi di Jembatan II Dompak harus segera diatas. Baik itu perbaikkan untuk jangka pendek, maupun jangka panjang,” tegas Irwansyah.

Terpisah, Kepala Bidang Bina Marga, Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, dan Pertanahan (PUPP) Provinsi Kepri, Hendrija mengatakan hasil investigasi dari Pusat Penelitian dan Pengembangan Jalan dan Jembatan (Pusjatan) Kementerian Pekerjaan Umum akan disampaikan ke DPRD Provinsi Kepri, awal pekan ini. Menurutnya, melalui investigasi itu akan diketahui secara detail teknis perbaikkan maupun kebutuhan anggaran.

“Rencananya besok (hari ini,red) hasilnya akan disampaikan. Namun pastinya, kami masih menunggu informasi lebih lanjut dari Pusjatan,” ujar Hendrija, kemarin.

Mantan Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum tersebut juga mengatakan, usulan anggaran sementara adalah sebesar Rp5 miliar didalam APBD Perubahan 2019 ini. Akan tetapi, angka pastinya adalah merujuk dari hasil investigasi Pusjatan. Lebih lanjut katanya, estimasi tersebut bisa berkurang bisa juga bertambah.

“Karena keharusan tentu menjadi sesuatu yang diprioritaskan. Sehingga memberikan solusi bagi perbaikkan infrastruktur tersebut,” jelas Hendrija.

Sebelumnya, Komisi III DPRD Kepri melakukan konsultasi ke Dirjen Bina Marga, Kementerian Pekerjaan Umum terkait persoalan kondisi Jembatan II Dompak, Tanjungpinang yang mulai keropos, Kamis (15/8) di Komisi Keselamatan Jalan Terowongan dan Jembatan (KKJTJ). Wakil Ketua Komisi III DPRD Kepri, Surya Makmur Nasution mengatakan untuk kebutuhan jangka panjang, jembatan tersebut membutuhkan perbaikkan secara menyeluruh. Karena tingkat keropos sudah sangat parah.

“Kita melakukan komunikasi dan koordinasi langsung dengan Direktur Bina Marga, Kemen PUPR, Iwan Zarkasih. Selain itu kita juga mendapatkan penjelasan dari ahli jembatan, yakni Prof Jhonny, Akademisi Universitas Indonesia,” ujar Surya Makmur.

Politisi Partai Demokrat tersebut menyebutkan, berdasarkan penjelasan dari Prof Jhonny, terjadinya korosi tiang baja penyangga Jembatan II Dompak sangat dimungkinkan bila tidak ada pemeliharaan rutin atau berkala. Meskipun life time atau umur jembatan dibuatkan dalam jangka 50 sampai dengan 100 tahun tetap harus ada maintenence secara rutin dan berkala. Menurut Surya, di Jembatan II Dompak ada 221 batang penyangga. Dari jumlah tersebut, sebanyak 40 penyangga tingkat keroposnya dinyatakan parah.

“Dalam jangka panjang, perbaikan tiang baja Jembatan II Dompak ditekan dilakukan secara menyeluruh, tidak parsial. Sedangkan untuk jangka pendek dapat dilakukan perbaikan terhadap tiang penyangga dengan cara memperbaiki terhadap tiang-tiang yang sudah korosi dengan memperhatikan pondasi dasar tiang. Tujuannya agar jembatan dapat difungsikan bagi warga masyarakat,” jelas Legislator Dapil Batam tersebut.(jpg)

Loading...