Disbudpar Kota Tanjungpinang membahas delapan paket wisata bersama pihak terkait, Jum’at (23/8). F.Humas Diskominfo Kota Tanjungpinang untuk Batam Pos

PRO PINANG – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Tanjungpinang bersama Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Pulau Penyengat segera luncurkan delapan produk pariwisata Pulau Penyengat pada tanggal 27 Agustus 2019 di Gedung Aisyah Sulaiman.

Pulau Penyengat menyimpan sejarah yang sudah terkenal oleh wisatawan, baik dalam maupun luar negeri, terutama pusat peradaban Kerajaan Melayu.

Kadisbudpar Kota Tanjungpinang, Surjadi menyampaikan delapan produk pariwisata Pulau Penyengat akan menjadi salah satu cara sudut pandang, bagaimana orang bisa menikmati, mengekspose, serta mengeksplorasi Pulau Penyengat dengan berbagai pilihan paket wisata, dengan harapan bisa menambah kunjungan serta waktu wisatawan tinggal lebih lama di Pulau Penyengat.

“Selain menyimpan beragam situs bersejarah, Pulau penyengat juga memiliki banyak potensi wisata yang menjadi daya tarik, mulai dari kuliner, heritage, tradisi, hingga warisan budayanya,” kata Surjadi, Kemarin Kamis (22/8).

Dikatakan Surjadi, penyusunan konsep delapan paket produk paket wisata Pulau Penyengat sudah melalui proses yang cukup panjang, dimulai sejak Oktober 2018 lalu, sehingga dengan persiapan selama itu mulai dari uji trail pertama, kedua, hingga famtrip atau perjalanan memperkenalkan objek wisata merupakan suatu hal yang sudah terukur secara bertahap.

“Tentu, kita akan suport delapan paket wisata Penyengat ini, kita akan gandeng agen wisata, pihak hotel, dan PT Pelindo untuk mempromosikan dan menjual delapam paket destinasi wisata ini, sehingga wisatawan yang masuk ke Pulau Penyengat benar-benar menikmati seluruh destinasi yang ada,” paparnya.

Sementara itu, salah satu anggota Pokdarwis Penyengat Raja Fahrul menjelaskan kedelapan prodak pariwisata Pulau Penyengat meliputi, tur Masjid Raya Sultan Riau Penyengat, tur sejarah Pulau Penyengat mengunakan becak motor, sepeda, atau jalan kaki, pengalaman gurindam, busana tradisional melayu, membuat tanjak, kelas memasak, hingga pengalaman mencicipi kuliner melayu.

“Hadirnya paket wisata ini, tentu menambah produk parawisata di pulau Penyengat. Kalau biasanya wisatawan berkunjung hanya satu jam, dengan paket tour ini wisatawan perlu waktu dua hari untuk merasakan pengalaman menarik berwisata di Pulau Penyengat,” ungkap Fahrul. (cr2)