Pembicara FGD Menggali Potensi Pertanian foto bersama usai kegiatan. F.Dokumentasi Balai Karantina Pertanian

PRO PINANG – Balai Karantina Pertanian, Tanjungpinang terus berupaya untuk menggali potensi ekspor dari komoditas pertanian yang ada di Provinsi Kepri. Salah satu upaya tersebut adalah melalui Focus Group Discussion (FGD) yang digelar di De Bintan Villa, Selasa (27/8) lalu. Kepala Karantina Pertanian Tanjungpinang, Donni Muksydayan mengatakan potensi pasar pertanian di Provinsi Kepri sangat besar.

“Saat ini hampir kebutuhan pangan masyarakat Kepri didatangkan dari luar Kepri. Bintan juga mempunyai kawasan wisata lagoi yang dikunjungi 1.5 juta wisatawan pertahun. Potensi ekspor juga besar karena wilayah Kepri dekat dengan Malaysia dan Singapura ,” ujarnya dalam siaran pers, Rabu (28/8).

Disebutkannya, berdasarkan data badan karantina pertanian sepanjang 2019 ini, nilai ekonomis ekspor produk pertanian dari Kepri mencapai Rp4 triliun lebih dengan negara tujuan USA, Arab, Eropa, China, Malaysia dan Singapore. Komoditas yang disertifikasi oleh tiga Kantor Karantina Pertanian, yakni Batam, Tanjungpinang dan Tanjung Balai Karimun. Adapun komoditasnya adalah tersebut berupa kelapa dan produk olahannya, karet, sarang burung wallet, kakao, CPO dan babi potong.

“Banyak potensi pertanian dan perkebunan yang dimiliki Kepri namun sudah menjadi komoditas ekspor di daerah lain seperti sayuran, pisang, produk olahan kelapa seperti meat coconut, santan,tepung kelapa, sapu lidi. Bahkan rumput laut dari Sulawesi selatan sudah rutin ekspor ke China dimana produk tersebut sangat berpotensi dikembangkan di Kepri,” jelasnya.

Lebih lanjut katanya, menyikapi persoalan inilah, pihaknya mengundang khusus peserta dari 30 kelompok tani Bintan dan 10 dari Kota Tanjungpinang, penyuluh, Perwakilan Lagoi, pengusaha pertanian dan eksportir, dan Badan Urusan Logistik (Bulog). Ia berharap untuk mencapai target tersebut, tentu perlu adanya sinergi yang kuat dengan pihak-pihak yang berkepentingan.

Ditambahkannya, petani akan bergairah bertani sejauh ada kepastian pasar terhadap hasil pertanian mereka sehingga sinergi antar pihak mulai dari petani, pemerintah dan pengusaha terbangun baik demi pembangunan sektor pertanian Kepri dalam meningkatkan ekonomi daerah dan kesejahteraan masyarakat khususnya petani.

“Tentunya kita harus perkuat kualitas komoditas ekspor kita. Selain itu adalah menggali yang potensi menjadi komoditas baru lainnya,” tutup Donni Muksydayan.

Kadis Pertanian, Peternakan dan Kesehatan Hewan, Provinsi Kepri, Ahmad Izar berharap ada investor yang mau berinvestani disektor pertanian. Selain itu ia juga juga berharap pihak Lagoi mau menyerap hasil pertanian Bintan untuk memenuhi kebutuhan hotel dan restoran di Lagoi. Sementara Kadis Perindag Provinsi Kepri, Burhanuddin Husein menekankan perlunya ditingkatkan kualitas dan standard produk pertanian agar dapat masuk ke negera tetangga seperti Singapura.(jpg)