Peserta parade foto bersama juri dan kepala Kantor Imigrasi serta jajaran, Kamis (29/8). F.Peri Irawan / Batam Pos

PRO PINANG – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kantor Imigrasi Kelas I Tanjungpinang punya cara berbeda dalam memeriahkan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan RI Ke-74, kali ini mengusung lomba parade busana kebaya nasional.

Ketua DWP, Herlyvia Rizkina mengatakan perlombaan itu diadakan agar wanita Indonesia memiliki dan membangkitkan jati diri sebagai wanita Indonesia melalui parade kebaya itu.

“Lomba ini juga sebagai ajang silaturahmi para istri yang mendampingi suami yang bekerja di kantor Imigrasi ini,” kata Herlytia.

Ia mengatakan perlombaan itu diikuti oleh 18 orang peserta, diantaranya 10 orang dari DWP dan delapan orang dari pegawai dan staff Kantor Imigrasi Tanjungpinang.

Herlytia menjelaskan nama kebaya nasional yang digunakan oleh peserta parade itu sebelumnya telah dilakukan pengarahan, seperti kebaya Eropa, kebaya Cina dan kebaya Indonesia yang dipadukan menjadi kebaya Indonesia.

“Namanya kebaya nasional modern 2019,” sebutnya.

Peserta parade foto bersama juri dan kepala Kantor Imigrasi serta jajaran, Kamis (29/8). F.Peri Irawan / Batam Pos

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Tanjungpinang, Hongky Juanda mengatakan melalui parade kebaya itu nilai-nilai budaya Indonesia bisa terus terealisasikan, sebab saat ini banyak nilai kebudayaan yang sudah mulai ditinggalkan generasi muda Indonesia salah satunya penggunaan kebaya.

“Saat ini generasi muda jarang dan malas menggunakan kebaya,” kata Hongky.

Melalui anggota DWP yang masih muda kedepannya diharapkan bisa menularkan penggunaan kebaya pada generasi selanjutnya agar penggunaan kebaya dapat dilestarikan.

“Melalui generasi muda ini lah kebudayaan bisa terjaga dan terus dilestarikan,” tambahnya.

Hongky juga mengimbau kepada ibu-ibu DWP agar lebih sering menggunakan kebaya pada acara resmi lainnya, tidak hanya saat perlombaan itu saja. (cr2)