Kepala Kantor BPS Kepri, Zulkipli. F.Peri Irawan / Batam Pos

PRO PINANG – Tingkat kunjungan Wisatawan Mancanegera (Wisman) ke Provinsi Kepri periode Januari-Juli 2019 masih pada angka  1.623.240 atau 40,58 persen dari target yang dibebankan Kementerian Pariwisata (Kemenpar) untuk Provinsi Kepri sebanyak empat juta wisman. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepri, Zulkipli mengatakan kunjungan wisman pada bulan Juli 2019 mengalami penurunkan jika dibandingkan bulan sebelumnya.

“Selama bulan Juli 2019 tercatat sebanyak 217.957 kunjungan. Nilai ini mengalami penurunan 18,46 persen dibanding kunjungan wisman selama Juni 2019 yang mencapai 267.307 kunjungan. Namun bila dibandingkan Juli 2018, jumlah kunjungan wisman ke Kepri naik sebesar 2,08 persen,” ujar Zulkipli lewat siaran persnya, Senin (2/9) di Tanjungpinang.

Dijelaskannya, penurunan jumlah kunjungan wisman selama bulan Juli 2019 ini disebabkan penurunan jumlah kunjungan wisman dari empat pintu masuk utama yang ada di Provinsi Kepri. Disebutkannya, pintu masuk Kota Tanjungpinang turun 37 persen, Kabupaten Bintan turun 20,40 persen, Kabupaten Karimun turun 16,72 persen, dan Kota Batam juga mengalami penurunan sebesar 15,88 persen. Menurutnya. secara kumulatif Januari-Juli 2019, jumlah kunjungan wisman Provinsi Kepri mencapai 1.623.240 kunjungan, atau naik 13,85 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

“Jumlah kunjungan wisman terbanyak pada bulan Januari hingga Juli 2019 menurut pintu masuk yaitu di Kota Batam 1.086.796 kunjungan atau mencapai 66,95 persen, diikuti Kabupaten Bintan sebesar 369.610 kunjungan atau 22,77 persen,” jelasnya.

Lebih lanjut katanya, sampai bulan Juli lalu, Kota Tanjungpinang menyumbang wisman sebanyak 100.932 kunjungan atau 6,22 persen, sedangkan melalui Kabupaten Karimun sebanyak 65.902 kunjungan atau 4,06 persen. Dikatakannya juga, pada Juli 2019, jumlah wisman berkebangsaan Singapura yang berkunjung ke Kepri sebanyak 102.623 kunjungan. Jika dibandingkan dengan Juni 2019, kunjungan wisman berkebangsaan Singapura turun sebesar 24,66 persen dari 136.208 kunjungan pada Juni 2019.

“Rata-rata dari 10 negara wisman terbanyak yang berkunjung ke Provinsi Kepri mengalami penurunan pada Juli 2019 jika dibanding dengan bulan sebelumnya, kecuali wisman berkebangsaan Korea Selatan dan Australia,” jelasnya lagi.

Sebagai contoh katanya, jumlah kunjungan wisman berkebangsaan Korea Selatan mengalami kenaikan yang cukup signifikan yaitu sebesar 24,58 persen pada Juli 2019 dibandingkan dengan Juni 2019, atau naik dari 1.896 kunjungan pada bulan Juni 2019 menjadi 2.362 kunjungan pada bulan Juli 2019. Wisman berkebangsaan Singapura masih merupakan wisman yang paling banyak berkunjung ke Provinsi Kepri pada periode Januari hingga Juli 2019.

“Wisman berkebangsaan Singapura ini mendominasi hampir setengah (46,35 persen) dari total seluruh kunjungan wisman yang masuk ke Provinsi Kepri,” tutup Zulkipli.

Terpisah, Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kepri, Buralimar mengatakan tahun 2019 ini, Pemprov Kepri mendapatkan tugas yang sangat berat dari Kementerian Pariwisata (Kemenpar). Pasalnya harus mendatangkan 4 juga wisatawan mancanegara (wisman) ke Provinsi Kepri. Mantan Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa (BPMD) Provinsi Kepri tersebut menjelaskan, Kemenpar sudah menyiapkan berbagai strategi untuk mencapai target tersebut. Masih kata Buralimar, pihaknya akan berupaya mendukung kebijakan-kebijakan yang dibuat oleh Kemenpar.

“Kemenpar sudah menaikan target ke Provinsi Kepri sebanyak 20 persen dari target nasional sebanyak 20 juta wisman. Artinya setiap bulan kita menargetkan wisman datang ke Provinsi Kepri sebanyak 334.000 wisman,” ujar Buralimar.(jpg)