Kasat Reskrim Polres Tanjungpinang, AKP Efendri Ali. F.Yusnadi / Batam Pos

PRO PINANG – Penyidikan kasus diskriminasi ras dan etnis dengan tersangka anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kepri terpilih, Bobby Jayanto segera dihentikan. Saat ini penyidik Satreskrim Polres Tanjungpinang tengah melengkapi proses administrasi penerbitan Surat Penghentian Penyidikan Perkara (SP3).

Kasat Reskrim Polres Tanjungpinang, AKP Efendri Ali menjelaskan, proses penerbitan SP3 harus melalui mekanisme dan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku.

“Kami masih melengkapi administrasinya,” kata Ali di Mapolres Tanjungpinang, Selasa (3/9).

Menurut Ali, penghentian penyidikan tersebut, bukan untuk kepentingan tersangka, namun untuk kepentingan yang lebih besar yakni menghindari kegaduhan di tengah masyarakat. Selain itu, SP3 disiapkan setelah adanya kesepakatan antara pelapor dan terlapor dalam sebuah mediasi untuk berdamai dan menghentikan kasusnya.

“Penyidik segera menerbitkan SP3, sebagai bentuk kepastian hukum,” jelas Ali.

Seperti diketahui, sejumlah Organisasi Massa (Ormas) melaporkan Bobby Jayanto ke Mapolres Tanjungpinang, Selasa (11/6). Berdasarkan laporan polisi nomor: LP-B/82/VI/2019/KEPRI/SPKT-Res TPI tanggal 11 Juni 2019, terlapor diduga telah melakukan tindak pidana penghapusan diskriminasi ras dan etnis di Klenteng Jalan Pelantar II Tanjungpinang Kota, Sabtu (8/6) lalu.

Diskriminasi ras dan etnis yang diucapkan terlapor dalam bahasa Tionghoa, terekam video berdurasi lebih kurang 16 menit dan sempat tersebar di media sosial. (odi)