Peserta sosialisasi foto bersama Wakil Wali Kota Tanjungpinang, Rahma usai pembukaan, Jumat (5/9). F.Peri Irawan / Batam Pos

PRO PINANG – Sebanyak 65 apoteker dari Tanjungpinang dan Bintan ikuti sosialisasi waspada obat ilegal dalam aksi nasional pemberantasan obat ilegal dan penyalahgunaan obat yang digelar oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Kota Tanjungpinang, Jumat (5/9).

Dalam sosialisasi diharapakan apoteker dapat mengimbau masyarakat untuk mengembalikan obat kedaluarsa ke apotek-apotek atau memusnahkan obat yang sudah tidak digunakan.



Kepala Kantor BPOM Tanjungpinang, Mardiato menjelaskan pada sosialisasi itu diberikan pemahaman kepada apoteker yang ada di apotek sebagai tempat pengembalian sampah obat atau obat kedaluarsa itu.

“Sedangkan seperti rumah sakit sudah memiliki ketentuan tersendiri untuk pemusnahan sampah obat rusak itu, sebab mereka (Rumah sakit) sudah punya tempat pemusnahan,” ucapnya.

Dengan dibentuknya kantor BPOM di Tanjungpinang, maka pengawasan akan dapat dilakukan lebih intensif, frekuensinya akan lebih sering dilakukan, sementara saat BPOM masih di Batam pengawasan hanya dapat dilakukan satu atau dua kali dalam satu bulan.

“Sekarang pengawasan akan lebih efektif serta koordinasi dan kerjasama akan lebih baik bersama institusi serta lintas sektor, ” kata Mardianto.

Selain itu, nantinya apoteker untuk sosialisasi pada masyarakat bisa melakukan secara langsung datang ke rumah warga, pemberdayaan masyarakat agar lebih paham, sebab tidak hanya disalahgunakan jika salah tempat buang juga nantinya bisa diambil oleh orang dan disalahgunakan untuk hal tidak baik.

Peserta sosialisasi foto bersama Wakil Wali Kota Tanjungpinang, Rahma usai pembukaan, Jumat (5/9). F.Peri Irawan / Batam Pos

“Harapan besar kita agar itu tidak terjadi di Bintan dan Tanjungpinang, makanya ┬ákita lakukan pencegahan,” tambahnya.

Dapat dipahami juga oleh masyarakat setiap obat ada label kedaluarsa yang bisa langsung dilihat, jika sudah sembuh dari sakit dan obat masih tersisa maka harapan kembalikan pada apotek yang sudah ditentukan.

“Nanti akan memberdayakan masyarakat bagaiamana cara pemusnahan obat di rumah tangga secara sederhana, inilah peranan apoteker,” imbuhnya.

Pada saat yang sama, Wakil Wali Kota Tanjungpinang, Rahma mengatakan saat ini sangat banyak obat ilegal yang beredar, pemanfaatan obat rusak atau yang sudah kedaluarsa, pelabelan ulang atau perpanjangan kedaluarsa, oleh pihak yang tidak bertanggungjawab digunakan untuk kebutuhan tertentu.

“Kegiatan ini bentuk refleksirefleksi sinergitas BPOM dengan pemko Tanjungpinang dalam rangka menjaga lingkungan dari limbah obat berbahaya dah beracun,” sebutnya.

Keberhasilan sosialisasi itu harus didukung semua kalangan melalui pemberdayaan masyarakat untuk memusnahkan obat-obatan yang sudah rusak atau kedaluarsa dimusnahkan secara tepatnya tanpa menimbulkan dampak buruk terhadap masyarakat dan lingkungan.

“Kita yakin tidak semua masyarakat mengerti dengan hal ini sehingga butuh sosialisasi yang baik,” tutupnya. (cr2)

Loading...