Penandatangan MoU antara Angkasa Pura bersama Disparbud disaksikan Wali Kota Tanjungpinang, Senin (9/9). F.Peri Irawan / Batam Pos

PRO PINANG – Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Tanjungpinang melalui program Corporate Sosial Responsibility (CSR) PT. Angkasa Pura II Tanjungpinang berikan pelatihan sertifikasi kepada 40 pemandu wisata berbasis kompetensi.

Kadisparbud Kota Tanjungpinang, Surjadi mengatakan dalam pengembangan sektor wisata di Tanjungpinang tidak hanya menggunakan APBD Kota Tanjungpinang tapi juga memanfaatkan Program CSR berbagai perusahaan yang ada di Tanjungpinang.



“Saat ini pengelola dua pintu masuk wisatawan ke Tanjungpinang yaitu Pelindo dan Angkasa Pura sudah memberikan respon yang bagus dalam mendorong sektor wisata di Tanjungpinang,” kata Surjadi di Hotel Aston, Tanjungpinang, Senin (9/9).

Surjadi menjelaskan, kebutuhan pemandu wisata yang sesuai dengan kompetensi, pada tahun 2020 program Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) secara penuh dilaksanakan termasuk di dalamnya adalah pemandu wisata, Pemko tidak bisa menahan pemandu wisata dari negara luar masuk ke Tanjungpinang kalau mereka memiliki kompetensi yang cukup untuk menjadi pemandu wisata.

Kadisparbud Kota Tanjungpinang, Surjadi memberikan kata sambutan kepada peserta pelatihan pemandu wisata yang bekerjasama dengan Angkasa Pura, Senin (9/9). F.Peri Irawan / Batam Pos

“Langkah terbaik kita adalah menyiapkan pemandu wisata dengan sumber daya yang berkompeten,” ucapnya.

Sementara itu Wali Kota Tanjungpinang, Syahrul berpesan pada peserta yang mengikuti pelatihan sertifikasi itu untuk bisa mengikuti dengan serius, dan semua bisa lulus, mereka tidak hanya menguasai paket wisata yang akan ditawarkan kepada wisatawan, melaikan juga menguasai bahasa asing.

“Karena tidak cukup bahasa Indonesia saja, harus menguasai bahasa Inggris dan Mandarin mengingat wisatawan Tanjungpinang didatangi dari berbagai negara,” ungkapnya.

Selain itu juga harus ada regenerasi untuk mengetahui tentang sejarah Tanjungpinang, tidak mungkin yang mengetahui tentang sejarah Pulau Penyengat hanya Raja Malik dan Abdurrahman dengan pelatihan sertifikasi ini bisa melahirkan penerus baru yang menguasai sejarah Tanjungpinang.

General Manager (GM) PT Angkasa Pura II Tanjungpinang, Muhammad Syahril menyampaikan pada tahun ini program CSR khusus diberikan untuk memberikan pelatihan, kesempatan ini pihaknya merangkul Disparbud Kota Tanjungpinang. F.Peri Irawan / Batam Pos

Pada kesempatan yang sama General Manager (GM) PT Angkasa Pura II Tanjungpinang, Muhammad Syahril menyampaikan pada tahun ini program CSR khusus diberikan untuk memberikan pelatihan, dan pada kesempatan itu pihaknya merangkul Disparbud, sebab bandara itu tidak terlepas dari pariwisata.

“Sebanyak 40 orang peserta yang lulus seleksi ini akan diberikan pelatihan selama 30 hari pada hari terakhir akan diberikan sertifikat untuk dapat digunakan nantinya,” kata Syahril.

Selain pemandu wisata bisa menggandeng banyak wisatawan mancanegara yang datang ke Tanjungpinang, tentunya pihak Angkasa Pura berharap penerbangan di Bandara Raja Haji Fisabilillah (RHF) juga mengalami peningkatan.

“Ke depannya kita harapkan wisatawan yang datang tidak lagi membawa pemandu dari negaranya tapi menggunakan pemandu yang sudah disiapkan, dan setelah diberikan sertifikasi kami harapkan juga, peserta ini dapat diarahkan dengan baik oleh Dinas terkait agar peserta pelatihan yang benar-benar tersalurkan dengan baik,” tambahnya. (cr2)

Loading...