45 Anggota DPRD Kepri terpilih periode 2019-2024 dalam Rapat Paripurna Istimewa yang digelar DPRD Provinsi Kepri, Senin (9/9) di Ruang Sidang Utama, Kantor DPRD Provinsi Kepri, Tanjungpinang. F.Humas DPRD Kepri untuk Batam Pos

Hanya ada lima srikandi di DPRD Provinsi Kepri periode 2019-2024. Angka tersebut mengalami penurunan jika dibandingkan dengan periode 2014-2019 yang jumlah enam. Meskipun terbatas jumlah, mereka tetap mengendepan kesetaraan atau gender. Sehingga menolak untuk kalah untuk bersuara lantang di hadapan publik. Bahkan para srikandi yang kembali terpilih menolak anggapan sebagai pelengkap kursi dewan.

JAILANI, Tanjungpinang



Prosesi pelantikan Anggota DPRD Provinsi Kepri periode 2019-2014 yang digelar DPRD Provinsi Kepri, Senin (9/9) pagi sekitar pukul 10.00 WIB berlangsung dengan baik. Meskipun sempat diwarnai aksi bentang spanduk oleh dua mahasiswa Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) Tanjungpinang. Dari 45 kursi DPRD Provinsi Kepri, ada tiga srikandi yang menyandang status petahana. Mereka adalah Dewi Kumalasari, Partai Golkar utusan Daerah Pemilihan (Dapil) Kepri II (Bintan-Lingga). Kemudian yang kedua adalah Suryani, politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang mempertahankan posisinya dari Dapil Kepri V (Sekupang, Batu Aji, Sagulung, dan Belakangpadang). Satu posisi lainnya adalah Ririn Warsiti, dari Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) yang bertarung di Dapil Kepri VI (Sungai Beduk, Bulang, Sembulang, dan Nongsa).

“Memang jumlah kita terbatas dari sisi angka jika dibandingkan dengan legislator pria. Namun yakinlah kami akan tetap memberikan warna tersendiri untuk DPRD Provinsi Kepri,” ujar Dewi Kumalasari usai pelantikan.

Tampil elegan dengan Pakaian Sipil Resmi (PSR), istri dari Bos Partai Golkar Kepri, Ansar Ahmad tersebut menjelaskan, pada priode pertama dirinya di DPRD Provinsi Kepri, ketika turun berhadap dengan masyarakat, pihaknya terus membangun komunikasi dan menjaring aspirasi masyarakat. Bahkan aspirasi tersebut diakomodir dalam kebijakan yang dibuat antara DPRD Provinsi Kepri dengan Pemerintah Provinsi Kepri.

“Hal ini menunjukan bahwa perempuan juga punya pengaruh ditengah-tengah DPRD Provinsi Kepri. Sehingga jangan dianggap kami hanya sebagai pelengkap di kursi DPRD Provinsi Kepri,” jelas Dewi yang sebelum duduk di Komisi IV DPRD Provinsi Kepri tersebut.

Lebih lanjut katanya, berbekal pengalaman yang didapat di periode 2014-2019, dirinya berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat. Ditanya apakah akan duduk sebagai unsur pimpinan di DPRD Provinsi Kepri pada priode ini? Mengenai hal itu, perempuan yang sering kampanyekan tentang bahaya narkoba tersebut menyerahkan sepenuhnya kepada mekanisme partai. Karena keputusan tertinggi adalah ditangan partai.

“Sebagai kader partai tentu kita harus patuh pada keputusan yang ditetapkan. Yang jelas, sekarang ini kita bekerja sesuai dengan tugas dan tanggungjawab yang diberikan,” tutup Dewi Kumalasari.

Srikandi lainnya, Ririn Warsiti juga menolak apabila dibilang kurang lantang. Menurut politisi Partai Gerindra tersebut, bertahannya tiga incumben di DPRD Provinsi Kepri di periode 2019-2024 ini bisa menjadi tolok ukur, bahwa para perempuan juga memiliki pengaruh di panggung legislasi. Lebih lanjut katanya, meskipun pada periode ini jumlah perempuan berkurang di DPRD Provinsi Kepri, tetapi tidak meluntuskan spirit untuk menyampaikan aspirasi masyarakat ditengah-tengah DPRD Provinsi Kepri.

“Bertahannya sejumlah perempuan menunjukan kami konsisten dipanggung legislasi. Kami tentu akan bersinergi dan berkomitmen untuk selalu menjadi jembatan masyarakat dengan Pemerintah,” ujar Ririn Warsiti.

Seperti diketahui, Dapil yang turut mengantarkan legislator perempuan di DPRD Provinsi Kepri adalah, Dapil Kepri I, yakni kader Partai Demokrat, Eis Aswati yang juga merupakan istri Ketua Demokrat Bintan, Agus Wibowo. Kemudian satu nama lainnya adalah, Debby Maryanti yang juga utusan partai Demokrat dari Kepri II. Demokrat menjadi partai terbanyak yang mengirim perempuan di gelanggang DPRD Provinsi Kepri.

Apri Sujadi yang turut mendampingi Deby usai pelantikan berpesan, supaya istrinya itu bekerja sesuai dengan koridor yang ada. Ia berharap, pendampingi hidupnya itu memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat. Selain itu, tentunya adalah berusaha sebaik-baiknya untuk menjaga nama baik partai. Ia yakin, meskipun perempuan jumlahnya sedikit di DPRD Provinsi Kepri, namun kesetaraan harus dikedepankan.

“Jangan lihat dari jumlahnya, yang penting kita harus yakin bisa memberikan warna. Karena perempuan juga punya pengaruh, artinya jangan kalah lantang dengan jumlah yang banyak,” ujar Apri Sujadi yang juga Bupati Bintan tersebut.

Ditempat yang sama, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Partai Golkar Kepri, Ansar Ahmad juga memberikan suntikan spirit kepada istrinya, Dewi Kumalasari. Ia juga optimis, para perempuan yang duduk di DPRD Provinsi Kepri, punya peran strategis. Ia berharap, meskipun berbeda partai, para perempuan tetap bisa bersinergi dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat. Artinya, tidak terfokus pada persoalan-persoalan perempuan saja.

“Harus bisa memberikan warna, meskipun jumlah lima orang, tetap harus berusaha lantang dalam perjuangkan kepentingan masyarakat,” ujar Ansar Ahmad.

Ditanya apakah penegasannya itu, sinyal bahwa Dewi Kumalasari akan duduk di unsur pimpinan DPRD Provinsi Kepri? Mengenai hal itu, Mantan Bupati Bintan tersebut mengatakan tidak tertutup peluang. Namun keputusan final adalah ditangan DPP Partai Golkar. Ia juga punya keyakinan, bahwa srikandinya itu sudah punya kemampuan untuk duduk di unsur pimpinan. Karena pada priode sebelumnya adalah pengalaman yang sangat berharga.

“Artinya tidak dinilai berlindung dibelakang suami yang merupakan ketua partai. Namun semua pergerakan di DPRD Kepri adalah murni inisiasi atau naluri mereka sebagai wakil rakyat,” jelas Ansar Ahmad yang akan dilantik sebagai Legislator DPR RI dalam waktu dekat ini.

Berdasarkan rekapitulasi yang sudah dibuat KPU, hanya ada 22 incumben atau 48,88 persen yang bertahan dipriode ini. Sementara itu, wajah baru ada 23 orang atau sebanyak 51,11 persen. Dari 45 orang wakil rakyat, 40 orang atau 88,88 persen merupakan legislator laki-laki. Sedangkan perempuan hanya ada lima orang atau 11,11 persen. Mantan Ketua KPU Bintan tersebut juga mengatakan, jika dilihat dari sektor pendidikan, tamatan Sekolah Menengah Atas (SMA) 12 orang. Lulusan Diploma III (DIII) sebanyak tiga orang, Strata 1 (S1) 15 orang, Strata 2 (S2) 13 orang, dan Strata 3 (S3) atau yang menyandang gelar Doktor sebanyak dua orang.(***)

Loading...