Andi Muhammad Asrun, Pengacara Pemprov Kepri.F.Istimewa

PRO PINANG – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dikabarkan melakukan pemeriksaan secara maraton terhadap Gubernur Kepri Non Aktif, Nurdin Basirun dalam perkara gratifisi izin reklamasi dan jabatan. Masa perpanjangan penahanan Gubernur Nurdin oleh KPK berakhir sejak 8 September 2019 lalu. Mantan Bupati Karimun tersebut ditetapkan tersangka oleh lembaga anti rasuah tersebut sejak 11 Juli 2019 lalu.

“Dari informasi yang beredar, Senin-Selasa (8-9/9) Pak Gubernur Nurdin menjalani pemeriksaan secara maraton oleh KPK. Meskipun masa perpanjangan penahanan sudah habis, tetapi belum ada pernyatan KPK bahwa perkaranya sudah P21,” ujar salah satu sumber yang minta namanya dirahasiakan.



Sementara itu, Pengacara Nurdin Basirun, Andi Muhammad Asrun belum bisa dikonfirmasi mengenai adanya informasi ini. Beberapa waktu lalu, ia pernah mengatakan dalam hal pemeriksaan sebagai saksi, ia tidak mendampingi Gubernur Nurdin. Namun ketika pemeriksaan sebagai tersangka, ia wajib mendampingi. Begitu juga dengan Juru Bicara (Jubir) KPK, Febri Diansyah yang belum memberikan respon mengenai kelanjutan penyidikan Nurdin Basirun dan kawan-kawan.

Seperti diketahui, KPK memutuskan memperpanjang masa penahanan Gubernur Kepri, nonaktif, Nurdin Basirun selama 40 hari.Yakni, dimulai pada 31 Juli 2019 sampai 8 September 2019. Nurdin bersama dengan tiga orang lainnya menjadi tersangka kasus suap terkait dengan izin prinsip dan iain lokasi pemanfaatan laut untuk proyek reklamasi di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil Kepri Tahun 2018/2019. Nurdin juga menjadi tersangka kasus penerimaan Gratifikasi.

Belum lama ini, Febri Diansyah juga mengatakan sejak Senin (19/8) sampai Jumat (23/8) lalu, penyidik KPK sudah melakukan pemeriksaan terhadap 28 orang saksi dari berbagai unsur OPD di lingkungan Pemprov Kepri. Selain itu, KPK juga memeriksa tujuh saksi lain dari berbagai unsur swasta dan konsultan reklamasi. Menurutnya, pemeriksaan terhadap 34 orang saksi selama sepekan ini semuanya untuk tersangka NBU, Gubernur Kepri.

Sampai saat ini masih ada empat tersangka dalam kasus tersebut. Yakni Gubernur Kepri (nonaktif) Nurdin Basirun; Abu Bakar; Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kepri Edy Sofyan; dan Kepala Bidang Perikanan Tangkap DKP Kepri Budi Hartono. Namun dari surat pemanggilan saksi yang beredar, KPK sebenarnya sudah menetapkan salah satu pengusaha Batam, Kock Meng sebagai tersangka pemberi gratifikasi kepada Gubernur Nurdin dan kawan-kawan.(jpg)

Loading...