Kasat Reskrim Polres Tanjungpinang, AKP Efendri Ali. F.Yusnadi / Batam Pos

PRO PINANG – Satreskrim Polres Tanjungpinang meminta elemen masyarakat agar mengajukan praperadilan, jika berkeberatan dengan terbitnya Surat Penghentian Penyidikan Perkara (SP3) kasus diskriminasi ras yang menjerat anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kepri Bobby Jayanto.

Kasat Reskrim Polres Tanjungpinang, AKP Efendri Ali menjelaskan, SP3 merupakan produk Hukum dan kepastian hukum yang dapat dipertanggungjawabkan oleh pihak kepolisian.



“Kalau seandainya ada pihak-pihak yang keberatan, kami persilahkan menempuh jalur hukum seperti praperadilan agar diuji SP3 kepolisian tersebut,” jelasnya.

Jika nantinya penerbitan SP3 tersebut diuji di praperadilan dan dinyatakan salah, maka perkara tersebut dapat diusut kembali.

“Masyarakat tidak perlu melakukan aksi di jalanan. Silahkan melakukan aksi sesuai koridor hukum yang berlaku,” jelasnya.

Sebelumnya diketahui, penyidikan kasus diskriminasi ras dan etnis dengan tersangka Bobby Jayanto segera dihentikan. Saat ini penyidik Satreskrim Polres Tanjungpinang tengah melengkapi proses administrasi penerbitan Surat Penghentian Penyidikan Perkara (SP3). Wacana penghentian penyidikan tersebut, setelah adanya kesepakatan antara pelapor dan terlapor dalam sebuah mediasi untuk berdamai dan menghentikan kasusnya. (odi)

Loading...