Wali Kota Tanjungpinang, Syahrul saat memberikan sambutan di pelatihan manajemen masjid, Selasa (10/9). F.Peri Irawan / Batam Pos

PRO PINANG – Sebanyak 334 orang pengurus masjid di Tanjungpinang akan mengikuti pelatihan manajemen masjid menuju pusat pemberdayaan ummat yang profesional dan mandiri, di Masjid As-Sakinah, Selasa (10/9).

Pelatihan diikuti oleh dua orang perwakilan pengurus masjid dari 167 masjid yang ada di Tanjungpinang.



Ketua panitia pelatihan, Amin dalam sambutanya menyampaikan pelatihan itu nantinya bisa menumbuhkembangkan pengelolaan masjid dan mendukung sebagai pusat pemberdayaan ummat secara profesional serta lebih transparan di setiap kegiatan baik kegiatan fisik maupun kegiatan lainnya.

“Kita harapkan setelah ini pengurus masjid lebih paham terkait Manajemen masjid yang dikelola dan lebih mengerti cara meramaikan masjid,” ujarnya.

Di tempat yang sama, Wali Kota Tanjungpinang, Syahrul mengatakan pengurus masjid harus tahu tentang manajemen masjid, sebab saat ini masjid sudah menerima bantuan dari pemerintah maka harus dipertanggungjawabkan secara real dan transparan.

“Agar pengurus masjid tahu tentang pelaporan keuangan,” kata Syahrul.

Wali Kota Tanjungpinang, Syahrul saat memberikan sambutan di pelatihan manajemen masjid, Selasa (10/9). F.Peri Irawan / Batam Pos

Lanjutnya menjelaskan selain pengetahuan tentang manajemen masjid yang paling penting dalam pelatihan itu adalah para pengurus bisa membuat kiat atau trik agar jamaah sekitar masjid bisa meramaikan masjid.

“Itu tugas besar Ayah (Syahrul) kemaren dari ketua dewan masjid nasional yaitu Jusuf Kalla saat datang ke pusat,” ungkapan.

Masyarakat memakmurkan masjid dan masjid memakmurkan masyarakat sekitarnya,  seperti Masjid Agung Al-Hikmah saat jamaah datang ke masjid jika ada keperluan untuk minum atau makan disekitar masjid sudah ada, mau potong rambut sekitar masjid sudah ada, termasuk mau beli kopiah juga suda ada.

“Itu dampak perekonomian masjid bisa mensejahterakan masyarakat sekelilingnya,” ucap Syahrul saat diwawancarai usai pembukaan pelatihan.

Selain itu seperti di kota Besar yang masjidnya sudah makmur juga memakmurkan masyarakat sekitarnya.

“Seperti yang dijelaskan narasumber kita itu, bahwa masjidnya memberikan kartu ATM kepada masyarakat yang kurang mampu sehingga saat tidak memiliki beras bisa datang ke masjid dengan membawa kartu itu untuk mengambil beras serta juga ada program BPJS kesehatan untuk masyarakat kurang mampu sekitar masjid yang dibayar oleh masjid setiap bulanya,” tutupnya. (cr2)

Loading...