Kepala Bidang Perencanaan Perekonomian, SDA, Infrastruktur dan Badan Perencanaan Penelitian dan Pembangunan (Barenlitbang) Provinsi Kepri, Muhammad Darwin. F.Humas Pemkab Karimun untuk Batam Pos

PRO PINANG – Kepala Bidang Perencanaan Perekonomian, SDA, Infrastruktur dan Badan Perencanaan Penelitian dan Pembangunan (Barenlitbang) Provinsi Kepri, Muhammad Darwin mengatakan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemenpupera) menggandeng LAPI ITB sebagai konsultan perencanaan pembangunan Jembatan Batam Bintan (Babin). Menurutnya, infrastruktur strategis ini tetap menjadi atensi Pemerintah Pusat.

“LAPI ITB memang sejak awal sebagai konsultan rencana pembangunan Jembatan Babin di era Ismeth Abdullah sebagai Ketua Otorita Batam. Kemudian perubahan design juga dilakukan LAPI ITB sewaktu dirinya menjadi Gubernur Kepri,” ujar Muhammad Darwin, Kamis (12/9) usai Diskusi Soal Mayor Project Babin di Badan Perencanaan Pembangunan Nasional.

Mantan Sekretaris Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Kepri tersebut menjelaskan, untuk mendapatkan masukan strategis, Bappenas mengundang perwakilan dari Pemko Batam, BP Batam, Pemko Tanjungpinang, Pemkab Bintan, Pemprov Kepri, dan Bintan Invesment, Group Bintan Resort Cakrawala yang akan terlibat dalam pembangunan Busung kedepan. Dijelaskannya, Busung bukan hanya dipersiapkan pembangunan bandara, tetapi juga ada inevstasi jasa perdagangan lainnya.

“Masing-masing pihak tentu sudah memberikan masukan strategis. Tentu kita berharap terbangun sinergi yang kuat dalam mewujudkan pembangunan Mayor Project ini nanti,” harap Darwin.

Lebih lanjut katanya, apabila tidak ada halangan, pekan depan Direktur Pengembangan Wilayah, Bappenas akan turun ke Batam, Bintan, dan Tanjungpinang. Ditanya apakah ada kemungkinan pembangunan fisik dimulai pada tahun depan? Mengenai hal itu, Darwin mengatakan peluang tetap ada. Karena saat ini, Kemenpupera dan LAPI ITB sedang menggesa perubahan Detail Engineering Design (DED) dan Studi Kelayakan Investasi.

“Yang pastinya Mayor Project ini masuk dalam Rencana Pembangunan Nasional 2020-2024. Harapan kita hadirnya Jembatan Babin adalah untuk menggesa pembangunan Kepri, khususnya di Batam, Bintan, dan Tanjungpinang,” jelas Darwin.

Terpisah, Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Provinsi Kepri, Irwansyah mengatakan, pembangunan Jembatan Babin oleh Pemerintah Pusat merupakan satu keharusan. Karena kehadiran infrastruktur tersebut bisa sinergikan dengan Proyek Gurindam 12 yang sedang digarap Pemprov Kepri di Ibu Kota Provinsi Kepri, Tanjungpinang.

“Tanpa kehadiran Jembatan Babin, maka pembangunan Gurindam 12 terkesan sia-sia. Jembatan Babin akan punya pengaruh yang signifikan bagi peningkatan ekonomi di Kota Tanjungpinang,” ujar Irwansyah, belum lama ini.

Sementara itu, Plt Gubernur Kepri, Isdianto mengatakan, Pemprov Kepri saat ini tidak bisa lagi bergantung dengan pendapatan dari sektor minyak dan gas. Menurutnya, salah satu solusi itu adalah melalui investasi Batam Bintan. Ia juga sangat berharap, Pemerintah Pusat bisa memperhatikan kebutuhan strategis daerah. Ditegaskannya, ia akan melakukan komunikasi dan koordinasi langsung dengan Pemerintah Pusat terkait perkembangan rencana pembanguban Jembatan Babin.

“Kita punya keyakinan kuat, Jembatan Babin akan memberikan pengaruh yang kuat bagi percepatan pembangunan investasi di Bintan dan Tanjungpinang. Karena pertumbuhan Batam sudah semakin padat,” ujar Isdianto, Senin (9/9) lalu di Kantor DPRD Provinsi Kepri, Tanjungpinang.(jpg)