Kasat Reskrim Polres Tanjungpinang, AKP Efendri Ali. F.Yusnadi / Batam Pos

PRO PINANG – Penyidikan kasus diskriminasi ras dan etnis dengan tersangka anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kepri, Bobby Jayanto telah dihentikan. Penyidik Satreskrim Polres Tanjungpinang telah menerbitkan Surat Penghentian Penyidikan Perkara (SP3) untuk kasus tersebut.

Kasat Reskrim Polres Tanjungpinang, AKP Efendri Ali menjelaskan, proses penerbitan SP3 sudah sesuai mekanisme dan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku. “Usai gelar perkara, penyidik terbitkan SP3,” kata Ali, Jumat (13/9).

Menurut Ali, penghentian penyidikan tersebut, bukan untuk kepentingan tersangka, namun untuk kepentingan yang lebih besar yakni menghindari kegaduhan dan demi keamanan serta terciptanya kedamaian di tengah masyarakat. Selain itu, keluarnya SP3, setelah adanya kesepakatan antara pelapor, tersangka, tokoh masyarakat dan tokoh adat dalam sebuah mediasi, untuk berdamai dan menghentikan kasusnya.

“Penyidik mempunyai diskresi kepolisian dan dapat menyelesaikan perkara dengan restrorative justice (keadilan restorasi),” jelas Ali.

Seperti diketahui, sejumlah Organisasi Massa (Ormas) melaporkan Bobby Jayanto ke Mapolres Tanjungpinang, Selasa (11/6). Berdasarkan laporan polisi nomor: LP-B/82/VI/2019/KEPRI/SPKT-Res TPI tanggal 11 Juni 2019, terlapor diduga telah melakukan tindak pidana penghapusan diskriminasi ras dan etnis di Klenteng Jalan Pelantar II Tanjungpinang Kota, Sabtu (8/6) lalu.

Diskriminasi ras dan etnis yang diucapkan terlapor dalam bahasa Tionghoa, terekam video berdurasi lebih kurang 16 menit dan sempat tersebar di media sosial. (odi)