Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kepri, Tjetjep Yudiana.F.Cipi Ckandina / Batam Pos

PRO PINANG – Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kepri Tjetjep Yudiana menyerukan kepada masyarakat untuk memproteksi diri masing-masing. Karena serbuan kabut asap di Provinsi Kepri mulai mengkhawatirkan. Sehingga bisa mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

“Kita harus siaga dengan kondisi yang akan terjadi. Untuk itu mari sama-sama kita proteksi diri dari bahaya kabut asap,” ujar Tjetjep Yudiana, kemarin di Tanjungpinang.

Menurut Tjetjep, intensitas kabut asap yang menyelimuti Kepri mulai meningkat belakangan ini. Dijelaskannya, secara kasat mata, memang kabut asap ini masih diambang aman. Namun, tetap harus siaga dampak bahaya yang ditimbulkan kabut asap ini. Lebih lanjut katanya, apabila masyarakat merasa sakit sesak nafas, batuk-batuk dan gejala yang disebabkan kabut asap agar segera dilakukan pemeriksaan kesehatan ke rumah sakit maupun ke puskesmas.

Masih kata Tjetjep, untuk mengantisipasi hal ini dianjurkan masyarakat untuk melakukan langkah pencegahan dengan menggunakan masker bila keluar rumah. Dan langkah lainnya adalah tidak keluar rumah jika tidak mendesak atau perlu sekali. Sehingga bisa mencegah diri dari terserang Inpeksi Paru-Paru (Ispa) yang disebabkan oleh asap.

“Pencegahan lainnya yakni kita harus perbanyak minum air putih dan kurangi aktifitas diluar rumah  karena itu pencegahan yang sangat efektif,” paparnya.

Tjetjep mengatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait atas kondisi perkembangan kabuat asap ini. Sehingga bila ada peningkatan akan terpantau dan bisa diantisipasi.

“Kami terus berkoordinasi dengan semua pihak memantau kondisi kabut asap kiriman tersebut. Pencegahan lebih baik dari pada terlambat dan membahayakan masuarakat Kepri,” tegasnya.

Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Giofisika (BMKG) Tanjungpinang, W Dhira Utama mengatakan, kabut asap yang menyelimuti ibukota Provinsi Kepri Tanjungpinang merupakan kabut asap kiriman dari daerah Jambi dan Kalimantan yang saat ini titik hot spotnya paling banyak.

“Bila dilihat arah angin saat ini, kabut asap ini diperkirakan berasal dari daerah Jambi dan Kalimantan,” kata Dira.

Walau saat ini kabut asap yang menyelimuti hampir diseluruh Kepri, belum sampai mengganggu jadwal penerbangan dan juga pelayaran.

Namun himbaunya agar semua untuk berhati-hati sehingga tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.

“Jarak pandang masih aman untuk pelayaran dan juga penerbangan. Sehingga pihaknya belum memberikan warning atau peringatan apalagi sampai menghentikan untuk dua jasa trasnportasi tersebut,” ujarnya.(jpg)