Plt Gubernur Kepri, H Isdianto F.Humas Pemprov Kepri untuk Batam Pos

PRO PINANG – Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Kepri, Isdianto mengatakan lewat APBD Kepri Tahun Anggaran (TA) 2020 mendatang, pihaknya bertekad untuk menuntaskan persoalan air baku di Tanjungpinang dan Bintan. Menurutnya, pola yang akan digunakan adalah sistem pembangunan kerjasama dengan Pemko Tanjungpinang dan Pemkab Bintan.

“Kita akan sinergikan Waduk Sei Pulai, Waduk Gesek, dan Waduk Kawal. Sehingga bisa menuntaskan persoalan air bersih di Pulau Bintan,” ujar Isdianto belum lama ini, di Tanjungpinang.

Menurut Isdianto, pembangunan pipa nisasi di tahun depan akan akan menggunakan dana sharing dengan Tanjungpinang dan Bintan. Yakni, 50 persen ditanggung Pemprov Kepri 50 persen lainnya dibagi masing-masing daerah. Mantan Kepala Badan Pengelola Pajak dan Retrebusi Daerah (BP2RD) Provinsi Kepri tersebut menjelaskan, Waduk Kawal diharapkan menjadi tambahan untuk solusi jangka menengah.

“Sejak zaman Almarhum (M. Sani,red) persoalan air memang menjadi atensi Pemprov Kepri. Tentu perjuangan ini harus kita lanjutkan. Air adalah kebutuhan dasar bagi masyarakat,” jelas Isdianto.

Terpisah, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPKP) Provinsi Kepri,  Muhammad Yusrial Mahyuddin mengatakan pengoperasian Waduk Kawal, Bintan menggunakan sistem interkoneksi dengan Waduk Sei Gesek, Bintan. Menurutnya, lewat Tahun Anggaran (TA) 2019 ini akan dilakukan penyusunan Detail Engineering Design (DED).

“Keberadaan Waduk Kawal adalah untuk mengatasi kebutuhan jangka pendek. Meskipun belum membantu untuk kebutuhan air seluruh Pulau Bintan, tetapi kehadiran tersebut bisa berkontribusi dalam memenuhi kebutuhan air baku,” ujar Muhammad Yusrial Mahyuddin, kemarin.

Pria yang baru menggantikan posisi Heru Sukmoro tersebut menjelaskan, air yang ditampung dalam bendungan Waduk Kawal akan didistribusikan langsung ke Instalasi Pengelohan Air (IPA) Waduk Sei Gesek. Adapun jarak instalasi pipa yang akan dibangun adalah sepanjang 25 kilo meter (km).

“Pembangunan bendungan Waduk Kawal dengan kapasitas 400 sampai 500 liter perdetik akan tuntas pada tahun ini. Sedangkan kita baru bisa membangun jaringan, setelah pembangunan tersebut tuntas,” tegas Mahyuddin.(jpg)