Dua pekerja bersiap mengoperasikan PLTU Galang Batang di Bintan, Kepri. F.Antara

PRO PINANG – Rusaknya turbin Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Galang Batang, Bintan milik Capital Turbin Indonesia (CTI) menyebabkan pelayanan listrik di Pulau Bintan (Tanjungpinang-Bintan) tidak maksimal. Terputusanya suplai daya, memaksa PLN Tanjungpinang melakukan pemadaman bergilir di Tanjungpinang dan Bintan.

“Turbin unit dua mengalami gangguan sistem lube oil, terkontaminasi dengan steam. Pihak perusahaan menargetkan perbaikan tuntas dalam tiga hari. Kebijakkannya memang harus dilakukan pemadaman bergilir,” ujar Humas UP3 PLN Tanjungpinang, Sabur Januardi, Kamis (19/09) di Tanjungpinang.

Dijelaskannya, konsekuensi dari kerusakan mesin di PLTU Galang Batang tersebut, terjadi defisit daya sebesar 12-15 Mega Watt. Akibatnya PLN Tanjungpinang terpaksa melakukan pemadaman bergilir di Tanjungpinang dan Bintan selama tiga hari yakni tanggal 19 hingga 21 September 2019 mendatang. Pihaknya memohon maaf, karena terganggunya pelayanan listrik.

“Kejadian ini diluar perkiraan kami. Saat ini, pihak perusahaan terus menggesa perbaikan. Semoga perbaikan tersebut rampung sesuai dengan waktu yang dijanjikan,” jelas Sabur.

Dua pekerja bersiap memperbaiki PLTU Galang Batang di Bintan, Kepri. F.Ahmad Riadi untuk Batam Pos

Sementara itu, Anggota DPRD Provinsi Kepri, Rudy Chua mengatakan, kondisi PLN seperti ini akan terus terjadi selama mesin pembangkit tidak ada penambahan secara signifikan. Menurut politisi Partai Hanura tersebut, apabila tidak ada penambahan mesin pembangkit PLN di Pulau Bintan, maka pemadaman akan terus terjadi.

“Bila mesin utama yang ada ini mengalami kerusakan atau ada gangguan lainnya, otomatis akan ada pemadaman di Pulau Bintan ini. Namun jika PLN Tanjungpinang di Pulau Bintan memiliki mesin cadangan yang standby, maka kerusakan mesin utama bisa diganti dengan mengoperasikan mesin cadangan itu,” jelas Rudy.

Legislator utusan Kota Tanjungpinang tersebut menegaskan, kedepan PLN harus memikirkan persoalan,  sebab kebutuhan akan listrik tiap tahunnya di Pulau Bintan terus meningkat. Rudy juga menyebutkan bila kerusakan mesin PLTU di Galang Batang ini sampai tiga hari sudah sangat luar biasa. Sebab, biasanya perbaikan itu dilakukan paling cepat satu minggu, bahkan pernah berbulan-bulan.

“Kita apresiasi PLN bila bisa memperbaiki kerusakan mesin pembangkit ini hanya tiga hari saja. Karena kalau PLTU Galang Batang yang rusak, bisanya perbaikan membutuhkan waktu berbulan,” tutup Rudy Chua.(jpg)