Ketua PGRI Kepri, Huzaifa Dadang Ag. F.Peri Irawan / Batam Pos

PRO PINANG – Terkait prioritas penerimaan Calon Pegawi Negeri Sipil (CPNS) yaitu tenaga pendidik dan kesehatan. Saat ini dibutuhkan 500 guru untuk mengajar di Tanjungpinang.

Seperti yang disampaikan Penjabat Sekretaris Daerah (Sekda) kota Tanjungpinang, Tengku Dahlan beberapa waktu lalu, kuota CPNS Tanjungpinang pada tahun 2019 sebanyak 216 formasi.

Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kepri, Huzaifa Dadang Ag mengatakan saat ini kebutuhan guru di Tanjungpinang sebanyak 500 orang, sedangkan secara nasional saat ini kebutuhan guru mencapai 1.100.000 orang.

“Kebutuhan guru itu bukan hanya di daerah saja tapi juga nasional,” kata Dadang, Senin (23/9).

Dijelaskan Dadang, usulannya secara bertahap pemenuhan kebutuhan itu memang harus diprioritaskan, ditargetkan dalam tiga tahun ke depan kebutuhan itu bisa terpenuhi.

“Pemenuhan kebutuhan itu harus selesai dalam tiga tahu ke depan dan harus ada formasi penerimaan tersendiri,” ungkapnya.

Kemudian, Dadang mengatakan kalau bisa dilakukan kualifikasi terlebih dahulu, guru honorer yang sudah lama mengajar, yang sudah lama mengabdi pola penerimaannya harus berbeda.

“Tidak bisa disamakan, itu yang kita usulkan ke Kementerian Pendayagunaan Aparatur Sipil Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB),” ujarnya.

Perbedaan penerimaan itu sebagai bentuk penghargaan pemerintah kepada honorer yang sudah lama mengabdi, sebab guru itu yang sudah mengajar lima tahun, 10 tahun, bahkan 15 tahun.

“500 Guru itu untuk semua tingkat pendidikan mulai dari SD hingga SMA,” paparnya. (cr2)