Kepala Bidang Statistik Distribusi Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepri, Rahmad Iswanto. F.Peri Irawan / Batam Pos

PRO PINANG – Upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri menargetkan empat juta wisatawan mancanegara (Wisman) datang ke Kepri tahun ini masih jauh dari harapan. Pasalnya, kunjungan wisman pada priode Januari-Agustus 2019 sebanyak 1.888.958 kunjungan atau 47,23 persen. Kepala Bidang Statistik Distribusi Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepri, Rahmad Iswanto mengatakan, meskipun demikian tingkat kunjungan mengalami kenaikan, apabila dibandingkan dengan priode yang sama pada tahun 2018 lalu.

“Jika dibandingkan tahun lalu untuk priode yang sama, tentu mengalami kenaikan sebesar 13,67.  Selama bulan Agustus 2019, tercatat sebanyak 265.718 kunjungan wisman dari empat daerah yang menjadi pintu masuk internasional,” ujar Rahmad Iswanto, lewat siaran persnya, kemarin.

Dijelaskannya, jumlah kunjungan wisman terbanyak pada Januari hingga Agustus 2019 melalui Kota Batam 1.270.873 kunjungan (67,28 persen), Kabupaten Bintan 425.250 kunjungan (22,51 persen), Kota Tanjungpinang 116.600 kunjungan (6,17 persen) dan Kabupaten Karimun 76.235 kunjungan atau (4,04 persen). Lebih lanjut katanya, kenaikan jumlah kunjungan wisman bulan Agustus 2019 dikarenakan adanya kenaikan jumlah kunjungan wisman dari pintu masuk utama yang ada di Kepri.

“Pintu masuk Kota Tanjungpinang naik 30,75 persen, Kota Batam naik 24,20 persen dan melalui Kabupaten Karimun naik 21,34 persen. Akan tetapi kunjungan wisman melalui pintu masuk di Kabupaten Bintan mengalami penurunan yang hanya mencapai 12,97 persen dari bulan yang lalu,” jelasnya.

Disebutkannya juga, Wisman berkebangsaan Singapura masih merupakan wisman yang paling banyak berkunjung ke Kepri pada periode Januari hingga Agustus 2019. Wisman Singapura ini mendominasi hampir setengah (46,68 persen) dari total seluruh kunjungan wisman yang masuk ke Kepri. Selama Januari sampai Agustus 2019, kunjungan wisman berkebangsaan Singapura tercatat sebanyak 881.716 kunjungan.

Sedangkan jumlah kunjungan terbanyak yang kedua adalah wisman berkebangsaan Tiongkok sebesar 196.629 kunjungan atau 10,41 persen dari total kunjungan ke Kepri selama Januari-Agustus 2019.

Secara berturut-turut, jumlah kunjungan terbanyak setelah wisman Singapura dan Tiongkok pada rentang bulan Januari hingga Agustus 2019 adalah wisman berkebangsaan Malaysia (10,22 persen), India (5,57 persen), Filipina (2,48 persen), Korea Selatan (1,67 persen).

“Disusul kewarganegaraan Jepang (1,46 persen), Inggris (1,27 persen), Australia (1,07 persen), dan Amerika (0,92 persen). Kontribusi dari wisman 10 negara tersebut yaitu 81,75 persen dari total seluruh kunjungan wisman selama bulan Januari-Agustus 2019,” tutup Rahmad.

Belum lama ini. Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kepri, Buralimar mengatakan tahun 2019 ini, Pemprov Kepri mendapatkan tugas yang sangat berat dari Kementerian Pariwisata (Kemenpar). Pasalnya harus mendatangkan 4 juta wisatawan mancanegara (wisman) ke Provinsi Kepri. Mantan Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa (BPMD) Provinsi Kepri tersebut menjelaskan, Kemenpar sudah menyiapkan berbagai strategi untuk mencapai target tersebut. Masih kata Buralimar, pihaknya akan berupaya mendukung kebijakan-kebijakan yang dibuat oleh Kemenpar.

“Kemenpar sudah menaikan target ke Provinsi Kepri sebanyak 20 persen dari target nasional sebanyak 20 juta wisman. Artinya setiap bulan kita menargetkan wisman datang ke Provinsi Kepri sebanyak 334.000 wisman,” ujar Buralimar.(jpg)