Ketua DPD PDIP Kepri dan mantan Wakil Gubernur Kepri, HM Soerya Respationo. F.Humas Pemprov Kepri untuk Batam Pos

PRO PINANG – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI P) Provinsi Kepri bertekad untuk membangunan koalisi besar pada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Kepri 2020 mendatang. Ketua PDI Perjuangan Provinsi Kepri, Soerya Respationo mengatakan selain sudah membuka kran pendaftran calon, pihaknya juga sudah melakukan penjajakan politik kepada empat partai politik (Parpol) yang meraih kursi di DPRD Provinsi Kepri.

“Kita harus berkoalisi, langkah yang dilakukan adalah melakukan komunikasi dengan parpol. Sejauh ini, penjajakan sudah dilaksanakan terhadap Partai Kebangkitan Bangsa, Partai Demokrat, Partai Hanura, dan Partai Keadilan Sejahtera. Sementara untuk NasDem akan kita jadwalkan,” ujar Soerya menjawab pertanyaan media usai menghadiri pelantikan pimpinan defenitif DPRD Provinsi Kepri, Kamis (10/3) di Kantor DPRD Kepri, Tanjungpinang.

Ditanya apakah dirinya sudah mendaftar sebagai kandidat Cagub atau Cawagub yang dibuka PDI Provinsi Kepri? Mengenai hal itu, Mantan Wakil Gubernur Kepri priode yang lalu tersebut mengatakan masih menunggu waktu yang tepat. Ditegaskan Soerya, baik dirinya maupun Isdianto, Plt Gubernur Kepri saat ini sama-sama bersepakat untuk mendaftar dengan mengambil dua pilihan, yakni sebagai Cagub dan Cawagub.

“Semua tergantung perkembangan politiknya seperti apa. Bisa saja kami berpasangan, apakah saya menjadi Cagub, Pak Isdianto menjadi Cawagub. Kemungkinan posisi sebaliknya juga tetap terbuka peluang hanya saya saja. Kemungkinan lainnya adalah mencalonkan saya atau Pak Isdianto saja nantinya,” jelas Soerya.

Terpisah, Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Kepri, Arison mengatakan pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kepri 2020 mendatang, tidak ada Partai Politik (Parpol) yang memenuhi kuota untuk menjadi pemain tunggal. Karena berdasarkan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pilkada ketentuannya adalah minimal meraih 20 persen atau 25 persen dari jumlah kursi di DPRD Provinsi hasil Pemilu lalu.

“Jika bagi 20 persen dengan 45 kursi DPRD Kepri, jumlahnya adalah sembilan kursi. Jumlah tertinggi adalah diraih oleh PDI Perjuangan dan Partai Golkar, yakni sama-sama delapan kursi. Artinya, tetap harus berkoalisi sebagai syarat untuk mengusulkan pasangan calon pada Pilkada nanti,” ujar Arison, kemarin.

Seperti diketahui, hanya ada 10 Parpol yang menguasai DPRD Provinsi Kepri untuk priode 2019-2024 mendatang. Ke sepuluh parpol tersebut adalah PDI Perjuangan (8 kursi), Partai Golkar (8 kursi), Partai Keadilan Sejahtera (PKS) (6 kursi), Partai Nasional Demokrat (NasDem) (6 kursi), Partai Demokrat (4 kursi), Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) (4 kursi), Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) (3 kursi), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) (3 kursi), Partai Amanat Nasional (PAN) (2 kursi), dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) (1 kursi).(jpg)