Rombongan wisman China muslim Tiongkok saat liburan di Bintan Agro Beach Resort, Bintan, 31 Agustus 2019. F.Bintan Agro Resort untuk Batam Pos

PRO PINANG – Wisatawan asing (wisman) dari China yang muslim semakin banyak yang datang ke Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau. Seperti di akhir Agustus 2019 lalu, saat rombongan turis China muslim berwisata ke Bintan.

Mereka datang dari berbagai kota di China, seperti Shen Zhen, Kun Ming, dan Nan Ning. Sebelumnya, turis China muslim banyak berkunjung ke Thailand.

Namun, setelah mengenal Bintan, mereka langsung jatuh hati karena merasa lebih nyaman. Apalagi, mereka sangat mudah mendapatkan makanan halal saat berwisata di Bintan.

Setelah kembali ke China, mereka akan menyebarkan informasi wisata Bintan ke warga China muslim lainnya. Mereka juga berjanji akan terus berkunjung ke Bintan dari pada ke Thailand.

“Mereka berkomentar dari pada ke Thailand, mereka merasa lebih nyaman di Bintan. Semoga bisnis wisata muslim bisa berkembang pesat di Kepri,” kata Renaldi, Humas Bintan Agro Resort kepada Batampos, Minggu (6/10).

Dalam kesempatan itu, Renaldi, menjelaskan wisata China muslim sangat potensil. Sebab, ada puluhan juta penduduk China yang muslim.

Termasuk, Suku Hui di Yunan yang merupakan sukunya Laksamana Cheng Ho. Saat Kaisar Yongle berkuasa di China sekitar tahun 1403 – 1424, Laksamana Cheng Ho, adalah orang kepercayaannya.

Suku Hui yang muslim juga punya seni bela diri khas, dan salah seorang masternya, adalah Ma Xianda. Yang merupakan guru dari Jet Li, yang sangat kesohor di Indonesia.

Rombongan wisman China muslim Tiongkok saat liburan di Bintan Agro Beach Resort, Bintan, 31 Agustus 2019. F.Bintan Agro Resort untuk Batam Pos

Selain Suku Hui, di China ada suku lainnya yang muslim, yakni Suku Uighur. Yang raut wajahnya mendekati seperti orang Persia, dan berkulit kuning langsat.

Kemudian, Suku Han yang disebut almarhum Gus Dur, Presiden Indonesia keempat sebagai leluhurnya. Silsilah Gus Dur yang punya leluhur dari China, juga ditulis Said Agil Siradj di bukunya, Gus Dur Bapak Tionghoa Indonesia.

Hal ini menjadi wujud kedekatan emosional antara China muslim dengan Indonesia. Ini juga yang membuat Rendi optimis.

Bahwa, ke depannya akan semakin banyak wisatawan asal China yang muslim, yang datang berkunjung ke Bintan khususnya, dan Provinsi Kepri umumnya. Termasuk ke Indonesia.

Optimisme Rendi sejalan dengan data yang baru dirilis BPS Pusat. Bahwa, kunjungan wisman asal China menunjukkan tren peningkatan.

Jumlah kunjungan wisman asal China dari Januari – Agustus 2018 sekitar 20,58 juta. Di periode yang sama tahun 2019 jumlahnya naik menjadi sekitar 10,87 juta kunjungan. Yang berarti mengalami kenaikan sekiar 2,67 persen.

Kini, jumlah kunjungan wisman asal China ke Indonesia, adalah yang terbesar kedua, setelah Malaysia. Ke depan, diyakini jumlah wisman China ke Indonesia akan terus meningkat. (cca)