Ketua DPRD Kota Tanjungpinang, Yuniarni Pustoko Weni. F.Peri Irawan / Batam Pos.

PRO PINANG – Penggunaan kartu kendali untuk pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis solar oleh bus pariwisata yang dibagikan Pemko Tanjungpinang dinilai tidak layak.

Sebelumnya kebijakan peluncuran kartu kendali itu menjadi sorotan berbagai kalangan, seperti akademisi, mahasiswa dengan aksi demontrasinya termasuk kalangan para supir bus di Tanjungpinang yang menilai kartu kendali itu tidak adil.

Ketua DPRD Kota Tanjungpinang, Yuniarni Pustoko Weni menilai penerpan kartu kendali pada bus pariwisata itu tidak sesuai diterapkan pada bus pariwisata, karena pemiliknya pengusaha bukan pemerintah.

“Saya tanya kepada rekan-rekan, bus pariwisata itu bersumber dari mana, harusnya tidak boleh, kecuali bus sekolah boleh diberi BBM yang subsidi, tapi kalau bus pariwisata apalagi kepemilikanya itu pengusaha-pengusaha selayaknya tidak,” kata Weni saat diwawancarai di Aula Bulang Linggi, Sabtu (12/10).

Dijelaskan Weni saat ini, saat ini belum bisa berkomentar banyak karena pihak DPRD masih menunggu penyampaian dari Pemko Tanjungpinang terkait alasan dikeluarkannya kartu itu.

“Belum ada pembahasan bersama dewan, kalau nanti sudah dibahas bersama baru bisa dicarikan apa solusinya,” ujar Weni.

Weni mengaku terkait kartu kendali itu hanya mengetahui melalui informasi melalui pemberitaan, dan solusianya tetap akan dicarikan setelah pembahasan bersama Pemko nantinya.

Beberapa hari sebelumnya mahasiswa yang tergabung dalam organisasi ektra kampus Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Tanjungpinang Bintan sudah menyampaikan kekecewaanya di depan kantor Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kota Tanjungpinang terkait kartu kendali yang dinilai tidak layak.

Koordinator lapangan (Korlap), Samsudin dalam unjuk rasa itu menyampaikan dalam orasinya, mereka memprotes kenapa mudahnya kartu kendali itu diterbitkan untuk bus pariwisata milik pengusaha. Seharusnya bus pariwisata membeli solar industri.

“Jika pengusaha mampu membeli bus pariwisata, kenapa tidak sanggup membeli solar industri,” kata Samsudin dalam orasinya. (cr2)