Kepala Bidang Statistik Distribusi, BPS Kepri, Rahmad Iswanto. F.Peri Irawan / Batam Pos.

PRO PINANG – Kepala Bidang Statistik Distribusi, Badan Pusat Statistik (BPS) Kepri, Rahmad Iswanto menjelaskan perkembangan ekspor pada bulan September 2019 tercatat sebesar US$ 1,1 miliar, terjadi peningkatan jika dibandingkan secara bulan ke bulan sebesar 8,19 persen.

“Jika dibandingkan antara tahun ke tahun terjadi peningkatan sebesar 9,45 persen,” ujar Rahmad saat wawancara di Kantor BPS, Selasa (15/10).

Dijelaskan Rahmad, jika catatan ekspor itu di kumulatif kan dari bulan Januari hingga September 2019,  maka ekspor kepri tercatat US$ 9,15 miliar, artinya terjadi penurunan 3,5 persen dibandingkan ekspor Januari hingga September 2018 sebesar US$ 9,49 miliar.

“Nilai ekspor kepri memiliki ketergantungan migas itu semakin besar,” ucapnya.

Selanjutnya dalam catatan ekspor Kepri US$ 9,15 miliar itu, nilai migas mencapai US$ 3, 28 miliar,  dan pada ekspor migas terjadi peningkatan sebesar 17,18 persen. Sedangkan ekspor non migas Kepri, yang harus menjadi andalan Kepri tercatat US$ 5,87 miliar, hal itu terjadi penurunan 12,17 persen.

“Tahun ini sebenarnya catatan ekspor non migas kita tidak menggembirakan, sama sekali tidak menggembirakan, tidak bagus untuk industri  jika dibandingkan tahun sebelumnya,” ungkapnya.

Rahmad berharap dengan sisa waktu selama tiga bulan terakhir, ekspor non migas kepri bisa kembali didongkrak  dan nilainya bisa ditingkatkan.

Ia mengatakan ditargetkan nilai ekspor Kepri sebesar US$ 12,5 miliar per tahun,  rata-rata satu bulan bisa mengekspor senilai US$ 1 miliar, dan hingga saat ini dalam catatan BPS Kepri sudah mencapai US$ 9,15 miliar.

“Jadi kalau tidak ada peningkatan yang cukup signifikan, kita khawatir ekspor selama satu tahun tidak mencapai  US$ 12,5 miliar” tuturnya.

Saat ini negara tujuan ekspor terbesar adalah Singapura yang masih menjadi andalan sebab lebih 50 persen barang-barang di ekspor ke Singapura, diikuti Jepang Dan Amerika Serikat.

“Komoditasnya juga bermacam-macam ada bahan kabar mineral, mesin-mesin mekanik, dan peralatan listrik yang merupakan hasil industri bidang teknologi dan elektronik,” tutupnya. (cr2)