PRO PINANG – Sepuluh badan usaha milik negara (BUMN) bersinergi untuk membangkitkan Merpati Nusantara Airlines. Kerja sama operasional (KSO) tersebut bertujuan menyehatkan kondisi keuangan maskapai penerbangan pelat merah itu. Sepuluh BUMN yang terlibat adalah PT Garuda Indonesia Tbk, PT Semen Indonesia Tbk, PT Pertamina, Perum Bulog, Perusahaan Perdagangan Indonesia, PT PLN, serta Himbara yang terdiri atas BTN, Bank Mandiri, BNI, dan BRI.

ilustrasi

Direktur Utama Merpati Nusantara Airlines Asep Ekanugraha mengatakan, KSO itu diharapkan dapat memberikan pemasukan kepada perseroan. Juga bisa membantu Merpati terbang lagi secara komersial. ”Merpati harus bisa running. Sebelum bisa beroperasi full, ia harus bisa menghidupi diri sendiri,” katanya.

Maskapai penerbangan yang telah berusia 57 tahun tersebut berhenti beroperasi pada 2014. Lalu, pendapatan utama perseroan pun hanya ditopang dari dua anak usaha, yakni PT Merpati Maintenance Facility (MMF) dan PT Merpati Training Center.

Perjanjian tersebut meliputi kerja sama dalam bidang pelayanan kargo udara, ground handling, maintenance repair & overhaul (MRO), dan training center. Selain itu, Garuda Indonesia Group bersama dengan beberapa BUMN lain seperti Semen Indonesia, Pertamina, Perum Bulog, Perusahaan Perdagangan Indonesia, dan PLN akan mendukung pengelolaan usaha kargo milik Merpati melalui aktivitas pelayanan pengiriman barang-barang di wilayah Papua.

Rute yang disasar adalah Jayapura–Wamena dan Timika–Wamena pergi-pulang (PP). Saat ini Garuda Indonesia yang menyediakan armadanya. Perseroan telah menyiapkan lima pesawat kargo (cargo freighter) untuk layanan bisnis Merpati itu. Tiga di antaranya milik Garuda Indonesia dan dua lainnya pesawat penumpang Citilink yang diubah menjadi armada kargo.

Sayang, Garuda Indonesia masih enggan membeberkan skema bagi hasil antara perseroan dan Merpati yang mulai dilakukan November 2019. Setiap pesawat memiliki kapasitas hingga 12,5 ton. Lalu, perseroan akan menambah armada kargo dengan tiga pesawat lagi pada 2020. Jadi, total armada yang disiapkan untuk bisnis kargo Merpati menjadi delapan unit tahun depan. Merpati masih memiliki 25 pesawat yang bisa dioperasikan.

Namun, perseroan sudah tidak punya karyawan sehingga harus melakukan perekrutan untuk beroperasi lagi. Merpati juga menjadi agen pemasaran yang menyediakan layanan untuk perawatan turbin dari Pertamina dan PLN dengan difasilitasi MRO Merpati Nusantara Group dan Garuda Indonesia Group. Garuda Indonesia juga berpartisipasi dalam pengelolaan pusat pendidikan (training center) milik Merpati agar dapat menjadi salah satu sumber pendapatan besar Merpati.

Garuda Indonesia dan sembilan BUMN lain juga menandatangani kerja sama perjalanan dinas dan nondinas pada rute internasional. Selain itu, Garuda Indonesia bekerja sama dengan PT Perikanan Nusantara untuk bidang kargo dan pemanfaatan cold storage ekspor ikan tuna dan kerapu ke Jepang serta Hongkong.

”Selama ini kalau ekspor ikan ke sana, harganya hanya Rp 300 ribu per kilogram karena menggunakan kapal dan harus dimatikan. Kalau menggunakan kargo Garuda, harga jual ikannya bisa menjadi Rp 1 juta per kilogram, sebab masih segar,” urai Direktur Utama Garuda Indonesia Ari Askhara. (vir/c11/oki/jpg/gun)