Plt Gubernur Kepri, H Isdianto didampingi Sekdaprov Kepri TS Arif Fadillah, Asisten II Syamsul Bahrum, Kepala Barenlitbang Naharuddin, Kadis PU Abu Bakar tinjau Proyek Gurindam 12 di tepi laut Tanjungpinang, belum lama ini. F.Humas Pemprov Kepri untuk Batam Pos

PRO PINANG – Plt Gubernur Kepri, Isdianto meragukan perizinan mega proyek Gurindam 12 (G12) milik Pemprov Kepri. Menyikapi hal itu, ia menggelar rapat khusus bersama Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Pertanahan (PUPP) Provinsi Kepri dan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait di Graha Kepri, Batam, Rabu (16/10). Namun rapat tersebut tidak melibatkan Komisi III DPRD Kepri.

“Benar ada rapat terkait persoalan perizinan G12. Karena Pak Plt Gubernur ingin memastikan, bahwa semua perizinan untuk kegiatan proyek multi years tersebut tidak ada bermasalah,” ujar salah satu Kepala OPD Kepri yang enggan namanya dikorankan, kemarin.

Menurutnya, Plt Gubernur ingin mengetahui secara persis satu persatu perizinan yang sudah dikantongi oleh perusahan-perusahaan yang terlibat dalam pekerjaan tersebut. Karena ia tidak ingin, ada masalah serius yang berpotensi mengganggu kelanjutan proyek tahun jamak tersebut. Lebih lanjut katanya, apalagi terkait dengan proses pembayaran. Disebutkannya, kegiatan strategis tersebut memang sudah mendapatkan atensi khusus dari banyak pihak.

“Masing-masing OPD terkait juga ditanya mengenai kewenangan yang diberikan. Baik itu masalah reklamasi, analisis dampak lingkungan. Ada beberapa OPD, seperti ESDM, DLHK, Dinas Perhubungan, dan Dinas PUPP Kepri,” jelasnya.

Sementara itu, Legislator Komisi III DPRD Kepri, Irwansyah mengaku, komisi III DPRD Kepri tidak mendapatkan undangan untuk rapat tersebut. Meskipun demikian, ia membenarkan adanya agenda rapat Plt Gubernur di Graha Kepri, Batam. Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu heran, kalau materi rapatnya tentang perizinan. Karena mega proyek G12 sudah berjalan dua tahun. Mengenai hal ini, pihaknya akan kroscek kembali ke OPD terkait.

Sejumlah truk dan alat berat sedang mengerjakan Proyek Gurindam 12 Tepi Laut Tanjungpinang. F.Jailani / Batam Pos

“Heran juga kalau masalah perizinan yang dipersoalkan, karena sudah berjalan dua tahun. Namun kita akan minta penjelasan nantinya dari Dinas PUPP Provinsi Kepri. Sehingga masalah ini tidak simpang siur,” ujar Irwansyah, kemarin.

Sebelumnya, PT Guna Karya Nusantara (GKN) selaku kontraktor menargetkan pemancangan proyek Gurindam 12 (G12) di kawasan Teluk Keriting, Tanjungpinang tuntas Oktober ini. Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Proyek G12, Rodiantari mengatakan khusus pemancangan progresnya sesuai dengan rencana kerja yang ditetapkan.

“Khusus untuk pemancangan jembatan jalan lingkar progresnya sudah sangat menjanjikan. Kita targetkan Oktober pemancangan tuntas,’ ujar Rodiantari belum lama ini.

Kepala Seksi (Kasi) Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Pertanahan (PUPP) Provinsi Kepri tersebut menjelaskan, rencana semula untuk jalan lingkar yang menggunakan struktur pancang panjangnya adalah 1,2 kilo meter (km) dari Lantamal IV Tanjungpinang sampai di depan SMA Negeri 5 Tanjungpinang. Akan tetapi karena struktur tanah laut yang berbatu, maka menggunakan causeway sepanjang 500 meter.

“Artinya panjang jalan lingkar yang menggunakan struktur panjang dipangkas menjadi 700 meter. Tentu, dengan kondisi ini bisa mempercepat pekerjaan mega proyek ini,” jelas Rodiantari.(jpg)