ilustrasi

PRO PINANG – Presiden Komite Olimpiade Internasoonal (IOC), Thomas Bach, dalam pidatonya pada acara ‘One Year to Go’ di Tokyo International Forum 24 Juli lalu, memuji setinggi langit  kesiapan Tokyo jelang Olimpiade 2020. Pria asal Jerman itu mengatakan tidak pernah melihat kondisi pra acara sebagus yang dilakukan pemerintah Jepang dalam gelaran olimpiade-olimpiade sebelumnya.

“Jujur, untuk ukuran setahun sebelum penyelenggaraan, belum pernah aku melihat host Olimpiade sesiap Tokyo,” ucap Bach disambut tepuk tangan hadirin dilansir Reuters. Salah satu tamu kehormatan yang hadir saat itu adalah Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe.

Banyak hal yang membuat Tokyo sangat siap menyambut Olimpiade 2020. Ajang itu akan berlangsung 17 hari dari 24 Juli sampai 9 Agustus tahun depan. Pembangunan venue yang lancar, fasilitas umum kelas modern, sampai antusiasme warga Jepang yang tinggi menjadi poin penting.

Juli lalu, panitia mengkalim 200.000 orang telah mendaftarkan diri sebagai Volunteers. Selain itu, mereka juaga mengumumkan 3,22 juta tiket berbagai pertandingan telah ludes terjual pada sesi pertama penjualan khusus untuk penonton domestik.

Tapi, jangan lupa. Ada satu tantangan besar lain yang masih membuat panitia penyelenggara ketar-ketir sampai saat ini.  Dan itu diluar kendali mereka. Itu adalah cuaca panas ekstrim yang diprediksi bakal menyelimuti Jepang selama gelaran Olimpiade.

Pada sepuluh hari terakhir Juli dan sepuluh hari awal Agustus adalah momen di mana Jepang mengalami cuaca terpanas. Tahun ini, rata-rata suhu Tokyo selama periode tersebut adalah 31 derajat celcius. Dan berdasarkan data badan bencana nasional Jepang, melonjaknya suhu di kota itu tahun ini telah menewaskan 57 orang.

“Kami menyadari, kondisi cuaca akan menjadi tantangan terbesar dalam agenda olimpiade dan paralimpiade mendatang,” ucap Masa Takaya, juru bicara Panitia Olimpiade Tokyo 2020 dilansir Reuters.

Untuk itu, pihak panitia telah menyiapkan beberapa siasat dalam mengatasi cuaca terik tersebut. Di antaranya adalah memulai pertandingan lebih pagi. Seperti pada ajang marathon. Lomba lari jarak jauh ini bakal start satu jam lebih cepat pada pukul 06.00 pagi waktu setempat.

Terbaru, pihak panitia juga telah memastikan venue marathon berpindah dari Tokyo ke kota Sapporo, di pulau Hokkaido. Pasalnya wilayah paling utara Jepang itu disebut memiliki cuaca yang lebih bersahabat.

Di Sapporo cuaca pada pagi dan siang hari sekitar lima sampai enam derajat lebih sejuk dibanding Tokyo yang rata-rata memilihi suhu 31 derajat pada Juli dan Agustus. “Ini salah satu bentuk dari komitmen kami untuk memastikan kesehatan atlet menjadi prioritas utama,” ucap Bach dalam rilis resmi IOC,

Aturan-aturan untuk penonton juga akan dilonggarkan. Seperti diperbolehkannya membawa minuman dari luar venue. Di beberapa venue outdoor, pihak panitia juga telah menyiapkan salju buatan yang akan ‘disiramkan’ ke tribun penonton ketika suhu sangat terik. Uji coba telah dilakukan pada test event Kano yang berlangsung di Sea Forest Waterway Tokyo bulan lalu.

“Percobaan pertama cukup baik. Tapi ada beberapa evaluasi seperti permukaan tribun yang menjadi lebih licin,”ucap Tomoaki Matsumoto, panitia acara dilansir Japantimes.

Sementara itu, panitia juga telah mengkonfirmasi bahwa hanya ada beberapa kerusakan kecil pada venue Olimpiade setelah Jepang dilanda badai hagibis minggu lalu. Kerusakan pun terjadi bukan area venue utama cabor.

“Beberapa pagar venue memang hancur. Tapi itu akan bisa dikondisikan lagi dalam beberapa hari kedepan,” ucap Masao Hijikata, Executive Director Representative Olimpiade 2020. (irr)

 

Menyiasati Cuaca Panas di Olimpiade 2020

  • IOC memindahkan venue marathon dan jalan cepat dari Tokyo ke Sapporo, Hokkaido untuk mendapat cuaca lebih bersahabat.
  • Jalanan sepanjang 42 km untuk Marathon akan diberi lapisan khusus yang bisa menurunkan suhu sampai 8 derajat celcius.
  • Beberapa tribun penonton di venue outdoor akan disiram salju buatan. Salah satunya pada cabor Kano yang dilangsungkan Sea Forest Waterway, Tokyo.
  • Pintu venue indoor yang memiliki AC akan dibiarkan terbuka untuk membuat udara diluar gedung lebih sejuk bagi penonton lain yang berada di sekitar gedung.
  • Penonton akan diperbolehkan membawa botol minuman mereka sendiri. Hal yang dilarang pada gelaran olimpiade-olimpiade sebelumnya karena berkaitan dengan sponsor dan keamanan.