Deretan mobil mewah terparkir di Istana Negara yang dipersiapkan untuk menjemput tamu negara. (JP)

PRO PINANG – Deretan mobil mewah terparkir di halaman belakang istana kepresidenan, Jakarta, Kamis (17/10). Mobil buatan pabrikan mercedes-benz dengan tipe s450 dan e300 itu disiapkan pemerintah guna menyambut tamu negara pada pelantikan Presiden dan Wakil Presiden, Minggu (20/10) mendatang.

Kepala Sekretariat Presiden (Kasetpres) Heru Budi Hartono mengatakan, ada 18 mobil mewah yang disiapkan istana. Masing-masing S450 untuk kepala negara dan e300 untuk utusan negara sahabat. Heru menegaskan, meski mobil sewaan, 18 mobil tersebut didatangkan dalam kondisi baru.

“Menyewa tapi persyaratannya adalah kami minta yang baru. Yang memang benar-benar baru dari pabrik,” imbuhnya. Untuk mendapatkan 18 mobil mewah selama empat hari, istana harus merogoh kocek hingga Rp 1 miliar.

Baca juga: Pelantikan Jokowi-Ma’ruf, Siapkan Tiga Lapis Pengamanan

Heru menuturkan, pemilihan mobil tersebut didasarkan pada keamanan dan kenyamanan. Dia menambahkan, selain 18 mobil mercy, ada juga mobil lain yang disiapkan sebagai pelengkap rangkaian. Di antaranya mercy tipe E250 4 unit, tipe E200 sebanyak 10 unit, Alpard 18 unit, Camry 9 unit, dan Fortuner 27 unit.

Dia menjelaskan, nantinya, rangkaian kendaraan para utusan negara sahabat akan dibuat simpel. Sehingga dilarang membawa rangkaian kendaraan yang panjang. “Dari kepala negara dimana beliau-beliau menginap itu kami bataskan paling maksimum lima,” tuturnya.

Sejauh ini, lanjut Heru, sudah cukup banyak kepala negara yang mengkonfirmasi akan hadir. Di antaranya dari Brunei Darussalam, Malaysia, Singapura, Australia, Filipina dan Myanmar. Selain itu ada wakil presiden Vietnam dan Tiongkok. Kemudian negara yang mengirim utusan seperti Thailand, Amerika Serikat, hingga Laos.

Selain kendaraan, pemerintah juga telah menyiapkan penginapan berstandar VIP untuk para tamu negara. Tepatnya di hotel-hotel yang ada di kawasan Senayan. Di antaranya Fairmont, Mulia, The Sultan, dan Four Season. Namun demikian, sejumlah perwakilan diketahui meminta permintaan khusus untuk menempati hotel lain seperti Hotel Mandarin, Grand Hyatt.

Saat ini, pemerintah tengah berupaya melobi agar dialihkan ke kawasan Senayan. “Semua hotel sih boleh-boleh saja. Tetapi kan kami harus memprtimbangkan waktu yang sempit untuk semua kepala negara masuk ke Gedung DPR/MPR,” kata mantan Walikota Jakarta Utara tersebut.

Lantas, bagaimana dengan mobil presiden dan wakil presiden baru? Heru menuturkan, Jokowi dan Ma’ruf Amin akan menggunakan mobil dinas presiden yang lama. Pasalnya, mobil baru yang dipesan belum siap. Rencananya, mobil baru presiden dan wapres akan tersedia pada akhir tahun mendatang. (far)