Penandatanganan kerjasama oleh Pertamina, Pemko Tanjungpinang dan Bank BRI terkait peluncuran fuel card di Kantor Wali Kota Tanjungpinang, Kamis (17/10). F.Peri Irawan / Batam Pos.

PRO PINANG – Peluncuran fuel card untuk bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis solar akan segera mendata penerima selama 30 hari ke depan.

Wakil Wali Kota Tanjungpinang, Rahma mengatakan, pendataan fuel card itu dilakukan di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) batu 10 melalui tiga meja, yaitu verifikasi dari pihak pertamina, Pemko Tanjungpinang dan kemudian pihak Bank BRI yang memiliki brizi.

“Bagi masyarakat Tanjungpinang silahkan datang dan lakukan pendaftaran administrasi,” kata Rahma, saat diwawancara, di Kantor Wali Kota Tanjungpinang, Kamis (17/10) kemarin.

Dijelaskan Rahma setelah dikeluarkannya fuel card itu penggunaan solar bersubsidi lebih terkendali, karena dalam aturannya dalam satu hari hanya boleh mengisi satu kali.

“Kuotanya disesuaikan dengan mobil yang terdaftar,” ujar Rahma.

Rahma yakin dengan pendataan itu, kelangkaan solar bersubsidi ataupun antrean panjang bisa berkurang karena dengan kartu itu pengisiannya berdasarkan kebutuhan.

“Dengan kartun ini pasti terkendali karena syaratnya hanya boleh beli satu kali dalam sehari,” tuturnya.

Memang perlu ditelaah lebih teliti terkait STNK kepemilikan kendaraan oleh Dinas Perhubungan (Dishub), apakah pemiliknya warga Tanjungpinang atau Bintan yang perlu di fasilitasi.

“Data kendaraannya ada di Dishub, seperti kartu kendali yang diluncurkan lebih awal, lebih 100 kendaraan yang terdata ternyata hanya 45 milik warga Tanjungpinang,” paparnya.

Sementara itu, Branch Manager Pertamina Kepri, Awan Raharjo mengatakan dengan program peluncuran fuel card itu diharapkan penyaluran solar bersubsidi lebih tepat sasaran dan tepat jumlah.

“Ini disepakati tiga pihak yaitu Pertamina, Pemko Tanjungpinang yang ditandatangani wali kota, dan pihak Bank BRI.

Wali Kota Tanjungpinang, Rahma. F.Peri Irawan / Batam Pos.

Dijelaskan Awan, pada tanggal 17 Oktober 2019 kemarin resmi diluncurkan dan selama 30 hari kedepan merupakan waktu registrasi dan sosialisasi dari ketigak pihak tersebut.

“Setelah masa registrasi dan sosialisasi selesai makan solar bersubsidi di Tanjungpinang 100 persene menggunakan fuel card, “paparnya.

Fuel card akan dibagikan sesuai jumlah kendaraan yang terdaftar di Tanjungpinang yang memang berhak menerima solar bersubsidi, namun harus diverifikasi oleh Pemko Tanjungpinang.

“Kita siapkan sesuai yang teregistrasi selama 30 hari ini, ” ujarnya.

Tidak ada batasan, semua kendaraan yang berhak menerima akan dibagikan, tujuanya adalah agar solar bersubsidi itu sesuai peruntukannya karena ada sektor yang tidak berhak menggunakannya.

“Seperti industri, proyek pembangunan itu tidak bisa,” tambahnya.

Dikatakan Awan, kendaraan yang bisa menggunakan kartu itu tercantum dalam peraturan presiden (perpres) nomor 191 tahun 2014, diharapkan kendaraan yang sesuai dengan peraturan itu yang bisa mengisi.

“Seperti sektor industri itu memang harus memakai solat non subsidi seperti dexlite, ” kata Awan.

Ketika kartu itu diserahkan, Masih awan, data dari konsumsi solar bersubsidi itu akan ke pusat, sehingga perhitungan kuota untuk daerah-daerah bisa lebih tepat.

“Sepengetahuan saya penggunaan fuel card ini se Indonesia yang pertama Batam yang kedua Tanjungpinang,” tambahnya. (cr2)