Kepala Inspektorat Provinsi Kepri, Mirza Bachtiar.F.Dok Humas Pemprov Kepri untuk Batam Pos

PRO PINANG – Kepala Inspektorat Provinsi Kepri, Mirza Bachtiar mengatakan laporan dugaan penggelapan setoran koperasi yang terjadi di Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi Kepri menjadi dalah satu atensi bagi pihaknya. Atas dasar itu, pihaknya akan menjadwalkan pemeriksaan terhadap Kepala Satpol PP Kepri, Subandi.

“Kita akan klarifikasi satu persatu anggota Satpol PP yang tergabung dalam koperasi,” ujar Mirza Bachtiar belum lama ini di Kantor Gubernur Kepri, Tanjungpinang.

Ditanya apakah sudah melakukan pemeriksaan terhadap Kakan Satpol PP Provinsi Kepri, Subandi? Mengenai hal itu, Mirza menegaskan auditor yang ditunjuk sudah menjadwalkan pemeriksaan. Menurut Mirza, sampai saat ini pihaknya masih belum bisa memberikan kesimpulan secara resmi. Karena proses pemeriksaan masih belum rampung.

“Kalau sudah ada kesimpulannya, tentu akan kita sampaikan,” tegas Mirza.

Sementata itu, Kepala Kantor Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Kepulauan Riau, Subandi menyatakan dirinya tidak terlibat dugaan penggelapan dana simpan pinjam koperasi. “Saya tidak terlibat. Mana ada urusan saya dengan dana koperasi tersebut,” kata Subandi di Kantor DPRD Kepri belum lama ini.

Subandi mengatakan tidak mungkin dirinya mau melakukan itu, apalagi sampai berurusan dengan anggotanya sendiri.Ia menambahkan permasalahan itu berhubungan dengan Bendahara Satpol Kepri. “Pinjaman dari koperasi maupun pemotongan gaji untuk pembayaran utang diketahui bendahara, bukan saya,” tegasnya.

Sebelumnya, dana setoran koperasi puluhan Anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpo PP) Provinsi Kepri diduga digelapkan. Padahal kewajiban tersebut sudah dipotong setiap bulan lewat gaji masing-masing anggota Satpol PP yang melakukan pinjaman. Adapun besaran gaji yang dipotong sesuai kesepakatan. Koperasi Amanah Tuah Bintan mencatat tunggakan tersebut terjadi sejak Februari 2018 lalu.

Kemudian, pada Januari 2019 jumlah anggota Satpol PP Kepri sebagai pemilik pinjaman di Koperasi ATB bertambah menjadi 73 orang. Pada 03 Januari 2019, Koperasi ATB mencatat adanya pembayaran sebesar Rp114.000.000. Adapun jumlah tunggakan  Februari 2018 sampai Juli 2019 sebesar Rp479.421.700. Sehingga sampai Juli 2019 lalu, jumlah tunggakan yang dicatat koperasi sebesar Rp365.421.700. Jumlah tersebut yang diduga digelapkan oleh oknum di Satpol PP Kepri.(jpg)