Kepala BPS Kepri, Zulkipli saat memberikan materi sosilisasi penyusunan tabel Input Output atau Inter Regional Input Output (IO/RIO) kepada Organisasi Perangkat Dinas (OPD) Kepri dalam rangka mengatasi kesenjangan pembangunan antar wilayah, Kamis (24/10). F.Peri Irawan / Batam Pos

PRO PINANG – Badan Pusat Statistik (BPS) Kepri sosialisasikan penyusunan tabel Input Output atau Inter Regional Input Output (IO/IRIO) kepada Organisasi Perangkat Dinas (OPD) Kepri dalam rangka mengatasi kesenjangan pembangunan antar wilayah.

Kepala Bidang Neraca wilayah dan Analisis Statistik, Zunadi selaku Ketua panitia mengatakan, kegiatan itu bertujuan untuk mensosialisasikan penyusunan tabel IO/IRIO yang disampaikan oleh pihak Bank Indonesia (BI), Akademisi membahas tentang manfaat tabel IO/IRIO untuk pembangunan daerah, serta Kepala BPS Kepri.

“Dengan penyusunan tabel IO/IRIO dengan baik mampu mendukung pembangunan yang merata di daerah,” katanya.

Sementara itu, Kepala BPS Kepri, Zulkipli mengatakan saat ini pemerintah telah mengupayakan azas keterpaduan, keakuratan dan kemutahiran dalam kegiatan statistik.

Pada tahun 2019 ada dua keputusan besar terkait pengelolaan data statistik melalui peraturan presiden (perpres) nomor 39 tahun 2019 terkait data perpres nomor 62 terkait statistik hayati.

“Ujung dari semua itu untuk ke depanya pengelolaan data jadi lebih akurat dan bisa dipertanggungjawabkan,” kata Zulkipli dalam sambutannya di Hotel CK, (24/10).

Dalam rangka pembangunan nasional, lanjut Zulkipli menjelaskan pemerintah memiliki prioritas saat ini yang ingin diatasi salah satunya kesenjangan wilayah yang terjadi di Kepri.

“Kita tahu wilayah Barat dan Timur memiliki kesenjangan yang sangat tinggi. Untuk Kepri saat ini seperti Batam pertumbuhannya luar biasa sementara tetangganya masih melambat dalam pertumbuhan,” paparnya.

Sesuai amanah undang-undang nomor 16 tahun 1997 tentang statistik dan peraturan pemerintah (PP) nomor 51 tahun 1999 maka BPS sesuai fungsinya yaitu melaksanakan statistik dasar untuk kompilasi data sektoral dan data statistik khusus.

“Beberpa hal sudah dilakukan terkait kewajiban kami ini, melalui pertemuan berbagai instansi-instansi bagaimana suatu data akan tercapai,” ungkapannya.

Diketahui peran BPS sebagai penghasil data statistik yang dijadikan pemerintah sebagai pedoman untuk memformulasikan kebijakan serta digunakan dalam pembangunan, baik nasional, sektoral, maupun regional.

“Sehingga terwujudnya satu data menjadikan pembangunan menjadi lebih baik,” tambahnya.

Penyusunan IRIO itu dilakukan selama tiga tahun berjalan dimulai tahun 2019-2022,  dan pada tahun 2019 ini merupakan perdana membuat tabel IO/IRIO serentak oleh provinsi se Indonesia.

“Selama ini belum pernah terjadi, sehingga seluruh perencanaan pembangunan di Indonesia secara merata,” tutupnya. (cr2)