Pejabat Pembuat Komitmen Proyek Gurindam 12, Rodiantari memberikan penjelasan kepada media mengenai progres proyek strategis Pemprov Kepri tersebut belum lama ini. F.Jailani / Batam Pos

PRO PINANG – Pejabat Pembuatan Komitmen (PPK) Proyek Gurindam 12 (G12), Rodiantari mendesak Kontraktor G12, PT Guna Karya Nusantara untuk mengejar deviasi ┬áprogres pembangunan strategis tersebut. Menurut Rodi, sampai berakhirnya Tahun Anggaran (TA) 2019 ini, realisasi yang diharapkan tembus pada angka 45 persen.

“Mengacu pada rencana kerja yang sudah kita sepakati, seharusnya pada pertengahan Oktober ini progresnya adalah 39 persen. Namun realisasinya masih pada angka 34 persen. Sehingga masih ada deviasi yang harus dikejar sebanyak lima persen,” ujar Rodiantari, Kamis (24/10) di Aula Kantor Gubernur Kepri, Tanjungpinang.

Pria yang baru dipromosikan sebagai Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga, Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Pertahanan (PUPP) Provinsi Kepri tersebut menjelaskan, deviasi yang terjadi disebabkan pekerjaan penimbunanan pasir belum dimulai. Masih kata Rodi, kegiatan penimbunan pasir progresnya masih 50 persen. Menyikapi hal itu, saat ini sedang melakukan koordinasi dengan instansi terkait lainnya. Direncakan awal November akan dilanjutkan kembali.

“Khususnya dilokasi zona 2A (untuk tunjuk langit) dan jalan menuju jembatan sepanjang 800 m. Semoga cuaca tidak memberikan pengaruh yang signifikan, sehingga membuat deviasi melebar,” jelasnya.

Lebih lanjut katanya, pekerjaan timbunan tanah sampai sejauh ini masih 40 persen. Kegiatan tersebut dilanjutkan kembali setelah pekerjaan penimbunan pasir selesai. Kemudian pemancangan yang telah selesai dilakukan sebanyak 404 titik atau 90 persen dari 486 titik. Sedangkan sisa sebanyak 82 titik, direncanakan akhir November selesai.

“Sementara itu, untuk pekerjaan causway sisi Batu Hitam, Lantamal IV Tanjungpinang menuju jembatan sepanjang 550 m direncanakan awal tahun 2020. Karena perlu disosialisasikan kembali, mengingat ada pemukiman warga yang terkena dampak kegiatan itu nanti,” tutup Rodiantari.

Ditempat yang sama, Plt Gubernur Kepri, Isdianto sudah memeriksa perizinan untuk kelanjutan pembangunan mega proyek tersebut. Ditegaskannya, klarifikasi yang ia lakukan kemarin, adalah untuk mastikan semua perizinan sudah pada tempatnya. Sehingga tidak terjadi persoalan yang mengganggu dalam kelanjutan proyek multi years ini.

“Kegiatan ini memang harus tetap lanjut, makanya kita ingin memastikan bahwa semua administrasi yang dibutuhkan sudah terpenuhi. Jangan sampai terjadi masalah dikemudian hari,” ujar Isdianto, kemarin.

Seperti diketahui proyek G12 senilai Rp514 miliar tersebut sudah dimulai sejak tahun anggaran 2018 lalu oleh PT Guna Karya Nusantara selaku kontraktor. Kemudian kegiatan yang dirancang untuk mempercantik wajah Ibu Kota Provinsi Kepri, Tanjungpinang tersebut ditargetkan rampung pada tahun 2020 mendatang.(jpg)