Ma’ruf Amin. (net)

PRO PINANG – Wakil Presiden Kiai Ma’ruf Amin (KMA) mulai menunjuk staf pendampingnya.  Dia menunjuk Masduki Baidlowi sebagai staf khusus yang membidangi komunikasi sekaligus juru bicara. “Iya mulai hari ini sudah ikut. SK-nya belum turun,” kata Ketua Umum MUI non aktif itu.

Masduki yang siang itu mendampingi KMA memberikan penjelasan. Diantaranya adalah membahas urusan teknis. Kemudian pelayanan, dukungan staf, serta urusan karyawan Setwapres. Kemudian juga membahas agenda rutin. Diantaranya sejumlah undangan untuk masuk dalam jadwal dihadiri atau tidak. “Misalnya pada Minggu sore, kiai harus menghadiri acara di Jatim,” tuturnya. Dia mengatakan sebagai tim harus mendampingi kegiatan KMA.

Pada kesempatan perdana wawancara dengan media itu, Masduki memberikan penjelasan soal PBNU yang merasa tidak diakomodasi dalam kabinet. Selain itu dia juga memberikan penjelasan soal polemik pengangkatan Menteri Agama (Menag) yang bukan dari warga NU.

“Dari NU saya kira akomodasinya dari jabatan wakil menteri. Apakah diletakkan di Menteri agama atau lainnya,” tuturnya. Dia berharap dengan menempatkan kader NU sebagai wakil Menteri, diharapkan bisa mendinginkan suasana.

Terkait sosok Menag yang menjadi polemik, Masduki mengatakan memang di luar kebiasaannya. Dia menuturkan kursi Menag biasanya diduduki oleh orang sipil. Kemudian juga memiliki latar belakang NU. Dia berharap polemik ini bisa diselesaikan dengan baik. Caranya dengan komunikasi yang baik antara pemerintah dengan NU.

Kemudian Masduki juga memberikan keterangan terkait kegiatan sidang kabinet perdana yang juga diikuti oleh KMA. Saat menghadiri sidang kabinet itu, KMA menggunakan sarung. “Sarung itu prinsip abah. Akan selalu tidak ditinggalkan,” tuturnya. Namun pada saat tertentu ketika harus menggunakan celana, KMA akan menggunakan celana. (wan)