Psikolog, Restrya Nadra Soraya menyampaikan materi edukasi kepada pasien dan keluarga pasien di Poliklinik Spesialis lantai 2 RSUD RAT, Selasa (22/10). F.Humas RSUD RAT untuk Batam Pos

PRO PINANG – Kesehatan mental pada umumnya tak kalah penting dengan masalah kesehatan jasmani dan bila mengalami gangguan, maka akan dapat menimbulkan hal negatif seperti gangguan pada kesehatan jasmani.

Persepsi masyarakat terhadap kesehatan mental berbeda di setiap kebudayaan. Di suatu daerah ada beberapa orang yang dengan suka rela memeriksakan kesehatan mentalnya, sebaliknya di budaya lain gangguan kesehatan mental justru diabaikan, sehingga penanganannya buruk bahkan dianggap sebagai hal yang memalukan atau aib.

RSUD Raja Ahmad Tabib (RAT) Provinsi Kepulauan Riau sebagai pusat layanan rujukan kesehatan, selain menyediakan layanan kuratif juga menyediakan layanan promotif dan preventif untuk penyakit atau gangguan fungsi lainnya dalam bentuk kegiatan penyuluhan kesehatan rutin sebulan 2 kali, dalam rangka penyampaian informasi sekaligus edukasi kepada  pasien, keluarga pasien, pengunjung, dan pegawai rumah sakit sendiri, sehingga meningkatkan pengetahuan mereka.

Dalam pekan ini, kegiatan dilaksanakan tepat di Poliklinik Spesialis lantai 2 Rumah Sakit, Tim Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) bekerjasama dengan Psikolog klinis di RSUD RAT, Restrya Nadra Soraya sebagai narasumber membahas tentang kesehatan mental, Selasa (22/10).

“Ada beberapa penyebab yang dapat mengganggu kesehatan mental pada diri seseorang. Mulai dari trauma mengalami kekerasan penolakan, pengalaman diskriminasi dan stigma, stres berkepanjangan, kehilangan orang dekat atau dicintai, caregiver ODGJ, penyakit kronis, ketergantungan obat-obatan NAPZA atau alkohol, pernah mengalami trauma yang menyebabkan perubahan prilaku dan mood,” ungkapnya.

Restrya menyarankan, yang perlu dilakukan untuk menjaga kesehatan mental adalah membuka diri dengan bersosalisasi di lingkungan, mencari support dari usia sebaya, melakukan relaksasi, refreshing, makan makanan sehat, memahami kondisi diri, menjauhi alkohol dan obat-obatan terlarang, olahraga ringan, mencari bantuan profesional (psikolog atau dokter spesialis jiwa) jika dibutuhkan.

“RSUD Raja Ahmad Tabib menyediakan ruang konseling terpadu yang berada dilantai 3. Bapak dan ibu dapat berkunjung ┬ákesana, untuk sementara layanan ini belum dapat ditanggung oleh BPJS,” ucapnya sambil memberikan materi penyuluhan kepada pasien dan keluarga pasien.

Diawali membuat janji dengan psikolognya. Setelah itu, pasien menyampaikan apa yang dirasakan dengan jujur, terbuka apa yang dirasakan dan dialami di depan spikolog atau dokter. Lalu, pasien harus fokus dengan perasaan yang muncul.

“Jangan malu untuk berkata sesuatu dengan psikolog atau dokter,” terangnya.

Ia berharap, semua orang paham dan sadar tentang kesehatan mentalnya. Karena orang butuh kesehatan fisik untuk beraktivitas dan bekerja untuk menghasilkan uang.

“Sementara kita lupa, bahwa untuk mendapatkan fisik juga harus didukung oleh mental yang sehat, maka jiwa kita ikutan sehat. Dibalik sehat, jiwa yang kuat,” sebutnya. (cca)