Kepala BNN Tanjungpinang, Darsono sampaikan materi bahaya narkoba kepada perwakilan Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB), Jum’at (25/10). F.Peri Irawan / Batam Pos.

PRO PINANG – Sebanyak 50 perwakilan Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) ikuti diseminasi informasi pencegahan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika (P4GN) bersama Badan Nasional Narkotika (BNN) Kota Tanjungpinang.

Ketua FKUB Tanjungpinang, Zubaid Ahadi Mitakhin mengatakan sosialisasi pada FKUB ini pertama dilakukan oleh BNN Tanjungpinang kepada forum itu dengan haraan setelah sosialisasi dilakukan bisa menyampaikan hasil yang didapat kepada ligkungan keluarga dan masyarakat sekitar.

Dalam sambutannya Zubaid mengatakan, tokoh agama memiliki peran yang cukup andil dalam menyampaikan sosialisasi tersebut kepada jamaahnya ditempat ibadah masing-masing.

“Minimal bisa mengetahui akibat atau dampak buruk dari narkoba itu, karena di Tanjungpinang saat ini cukup banyak peredaran narkoba,” katanya.

Kepala BNN Tanjungpinang, Darsono sampaikan materi bahaya narkoba kepada perwakilan Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB), Jum’at (25/10). F.Peri Irawan / Batam Pos.

Ia mengatakan tanpa dukungan masyarakat dalam mencegah peredaran narkoba BNN tentunya akan kesulitan karena penangkapan para pengedar narkoba informasinya sering didapatkan dari masyarakat.

Sementara itu, Kepala BNN Tanjungpinang, Darsono mengatakan peredaran narkoba di Tanjungpinang saat ini masih bisa ditekan, namun bukan berarti harus lepas tangan dalam hal pengawasan.

“Sesuai Undang-Undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkoba, bahwa yang berperan dalam penanganan narkoba itu adalah semua masyarakat,” kata Darsono.

Dijelaskan Darsono, melalui sosialisasi itu dirinya berharap agar peserta dengan senang hati menyampaikan kepada keluarga, lingkungan masyarakat dan lingkungan tempat bekerja.

“Ini harus kita pikul bersama, jangan diam diri dalam mensukseskan P4GN ini,” tuturnya.

Kepala BNN Tanjungpinang, Darsono sampaikan materi bahaya narkoba kepada perwakilan Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB), Jum’at (25/10). F.Peri Irawan / Batam Pos.

Darsono mengakui penanganan narkoba di Tanjungpinang sejak awal tahun dengan jumlah yang tidak bisa disebutkan itu berkat informasi dan laporan dari masyarakat Tanjungpinang.

“Karena ini masalah serius sehingga harus ditangani dengn serius,” terangnya.

Tidak hanya itu BNN Tanjungpinang Juga memberikan rehabilitasi kepada masyarakat yang mau datang dan minta direhab, saat ini sekitar 40 orang sudah direhab dari berbagai kalangan ada Pelajar SMP, Guru, Aparatur Sipil Negara (ASN).

“Namun yang paling banyak adalah wiraswasta, disampaikan juga bahaya narkoba itu dapat berdampak pada berbagai sisi kehidupan, seperti kesehatan akan berdampak pada saraf manusia yang membuat cara berpikir menjadi tidak karuan, membuat orang menjadi malas, malas beribadah lebih suka murung dan berdiam diri.

“Termasuk organ tubuh yang juga akan diserang, memang tidak langsung terasa, terasa tapi dalam jangka waktu tertentu akan terasa dampaknya,” tutupnya. (cr2)