Pembukaan Tanjungpinang Internasional DBR ditandai pemukulan tambur oleh Plt Gubernur Kepri, H Isdianto dan Wali Kota Tanjungpinang beserta jajaran, Sabtu (26/10) di Sungai Carang Tanjungpinang. F.Peri Irawan / Batam Pos.

PRO PINANG – Tanjungpinang Internasional Dragon Boat (DBR) hadirkan 40 tim yang merupakan gabungan dari lingkup Kepri dan luar Kepri hingga negara tetangga yaitu Malaysia.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Tanjungpinang, Surjadi mengatakan, Tanjungpinang Internasional Dragon Boat Race (DBR) sudah dimulai sejak tanggal 25 Oktober 2019 yaitu babak penyisihan hingga Tanggal 26 Oktober 2019 sudah masuk babak pertama empat final dan berakhir pada tanggal 27 Oktober 2019.

Peserta yang mengikuti terdapat 40 tim untuk dua kategori dragon yaitu pendayung 10 dan 20.

“Tahun ini ada eksibisi pendayung 20, karena memang lebih menarik,” kata Surjadi saat wawancara di perairan Sungai Carang, Sabtu (26/10).

Dijelaskan Surjadi untuk peserta yang mengikuti terdapat tiga tim dari jabatan perdana menteri Malaysia, dari luar Kepri 13 Tim, dan sisanya dari Kabupaten Kota Se-Kepri.

Pelepasan 300 balon gas ke udara sebagai pertanda dibukanya Tanjungpinang Internasional DBR oleh Ketua TP PKK Kepri, Hj Rosmeri Isdianto, Sabtu (26/10) di Sungai Carang Tanjungpinang. F.Peri Irawan / Batam Pos.

“Sudah tersedia hadiah dengan total Rp 196 Juta, termasuk Rp 28 juta untuk eksebisi 20 pendayung,” ujarnya.

Dijelaskan Surjadi untuk peserta dari Singapura dan Brunei Darussalam saat ini tidak dapat mengirim peserta karena pada saat yang sama juga mengikuti kejuaraan internasional di tempat lain.

Sementara itu Wali Kota Tanjungpinang, Syahrul mengatakan Tanjungpinang Internasional DBR sudah dimulai sejak tahun 2002, dan pada tahun 2019 merupakan yang ke-18 kali, dan jauh sebelum itu tepatnya 1992 DBR juga sudah dilaksanakan dengan nama Bintan Dragon Boat Race.

“Ini merupakan kegiatan salah satu etnis di Tanjungpinang, yang kemudian dipoles dan dijadikan agenda tahunan di Tanjungpinang, dan pada tahun 2014 sudah mulai dilaksanakan di perairan Sungai Carang, dengan mengikuti standar Internasional,” ungkapnya.

Melalui acara itu, selain sebagai ajang pelestarian jejak sejarah oleh generasi masa kini. Dirinya menilai sebagai daerah kepulauan yang miliki laut dan sungai kegiatan itu mencerminkan masyarakat Tanjungpinang telah mampu memanfaatkan sumber daya alam yang ada untuk menunjang program pemerintah di bidang kepariwisataan dan kemaritiman.

Plt Gubernur Kepri, H Isdianto dan Wali Kota Tanjungpinang, H Syahrul foto bersama dengan salah satu tim dayung, Sabtu (26/10) di Sungai Carang Tanjungpinang. F.Peri Irawan / Batam Pos.

“Kegiatan ini diikuti oleh industri kecil dan menengah serta penggiat kopi yang membuktikan bahwa dengan kegiatan pariwisata juga akan berdampak positif terhadap perekonomian,” paparnya.

Pada kesempatan yang sama, Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Kepri, Isdianto mengatakan untuk kedepanya kegiatan itu harus lebih dikemas secara bagus agar lebih banyak peserta dari negara lain yang ingin bergabung pada kegiatan itu.

“Kedepanya harus disediakan lahan dan prasarana yang permanen tidak seperti sekarang saat akan event tendanya baru dibangun, juga untuk persiapan yang lebih matang lagi,” katanya.

Isdianto mengatakan akan terus mendorong setiap kabupaten dan Kota di Kepri pada setiap kegiatan dan kedepanya diharapkan masing-masing daerah bisa menghidupkan daerahnya.

“Kuncinya adalah setiap daerah harus bisa melirik peluang-peluang yang bisa dikembangkan,” imbuhnya. (cr2)