Ma’ruf Amin. (net)

PRO PINANG – Wakil Presiden (Wapres), KH Ma’ruf Amin menyebut tantangan bangsa sekarang adalah mengatasi kesenjangan ekonomi. Baginya saat ini masih terjadi kesenjangan antara yang kuat dengan lemah. Kesenjangan itu bisa dipicu dari program pembangunan yang salah.

Ma’ruf menyampaikan model pembangunan selama ini menghasilkan konglomerasi. Sebab orientasi pembangunannya dari atas.

“Yang diharapkan tadinya netes ke bawah, ternyata tidak netes-netes,” kata dia. Akibatnya golongan ekonomi kuat atau konglomerasi semakin kuat. Sedangkan kelompok ekonomi bawah semakin lemah.

Untuk itu Ma’ruf mengatakan pembangunan ekonomi harus diubah dari bawah. Dia menyebut dengan istilah bottom up economic development. Ma’ruf juga memberi catatan, membangun ekonomi dari bawah bukan berarti membenturkan kelompok lemah dengan kuat. Tetapi membangun supaya keduanya bisa berkolaborasi.

Salah satu upaya membangun ekonomi dari bawah menurutnya adalah dengan pemberdayaan desa. “Saya sering menyebutnya pembangunan desa menjadi dewa, dewi, dan dedi,” katanya.

Yang dimaksud dengan dewa adalah desa wisata berbasis agro. Kemudian dewi adalah desa wisata industri. Lalu dedi adalah desa digital.

Selain itu Ma’ruf juga menyebutkan program pemerintah saat ini pada pengembangan sumber daya manusia (SDM). Tujuannya adalah mengeluarkan Indonesia dari status middle income trap. Untuk bisa mendapatkan pendapatan besar, SDM harus ditingkatkan. Dia mengatakan program pembangunan lima tahun ke depan untuk menciptakan SDM yang sehat, cerdas, produktif, dan berakhlak mulia.  (wan)