Demonstrasi terus terjadi di Karbala. (net)

PRO PINANG – Karbala mencekam. Selasa pagi (29/10) sebuah mobil tiba-tiba melintas dan menembaki ratusan orang yang duduk di tenda-tenda. Dalam hitungan menit, beberapa orang bertopeng dan berbaju hitam datang dan ikut menembaki para demonstran. Komisi HAM Iraq melaporkan bahwa satu orang tewas dan 192 korban lainnya terluka. Namun, versi pemerintah, tidak ada korban jiwa.

“Pasukan keamanan telah menahan diri sepenuhnya,” ujar Gubernur Karbala, Iraq, Nassif Al Khattabi sebagaimana dikutip Al Jazeera. Dia justru menuding bahwa para demonstran membawa senjata dan bom yang dilarang secara internasional tanpa izin. Pernyataan itu beda dengan paparan kepala forensik Karbala yang dihubungi Agence-France Presse. Dia mengungkapkan bahwa ada seorang pemuda 24 tahun yang ditembak di kepala.

Demo juga terjadi di Baghdad dan beberapa kota di sekitarnya. Massa tetap turun ke jalan meski pemerintah menerapkan jam malam sejak Senin (28/10). Mereka sengaja menentang dengan berada di jalanan sepanjang malam. Para demonstran membuat tenda di Tahrir Square.

“Jam malam itu tidak mengubah apa pun. Apakah pemerintah berpikir kami akan diam di rumah? Tidak akan,” ucap Duaa, salah seorang demonstran.

Serikat pekerja yang mewakili para guru, pengacara, dan dokter gigi juga menyatakan mogok masal selama beberapa hari. Sebagian pegawai pemerintah ikut aksi massa. Kantor-kantor pemerintah di Hilla, Diwaniyah, Kut, dan Nasiriyah masih ditutup  karena kurangnya staf.

“Saya seorang guru, punya gaji dan rumah, tapi para pemuda yang tak punya pekerjaan ini adalah saudara-saudara saya,” kata salah seorang demonstran.

Angka pengangguran di Iraq mencapai 25 persen sehingga banyak penduduk yang frustrasi. Padahal, sekitar 60 persen dari 40 juta penduduk Iraq adalah para pemuda yang berusia di bawah 25 tahun. Satu di antara lima penduduk Iraq juga hidup di bawah garis kemiskinan. Padahal, Negeri 1.001 Malam tersebut termasuk salah satu produsen minyak mentah terbesar kedua di OPEC.

Sementara itu, polisi antihuru-hara masih memblokade jembatan yang menghubungkan Tahrir Square dengan Green Zone. Itulah area yang berisi kantor-kantor pemerintahan dan kedutaan besar. Begitu demonstran mendekat, mereka menembakkan gas air mata. (sha/c14/dos)