Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kepri, H Irwansyah SE MM. F.Istimewa

PRO PINANG – Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kepri, Irwansyah menuding, besarnya potensi Sisa Lebih Penggunaan Anggaran (Silpa) APBD Kepri Tahun Anggaran (TA) 2019 adalah taktik Pemprov Kepri untuk menjaga nilai APBD TA 2020 mendatang tetap diatas Rp3,8 triliun. Karena target Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kepri selalu tak tercapai.

“Kita terus mendorong Pemprov Kepri untuk meningkatkan PAD. Karena apabila PAD naik, otomatis kekuatan APBD akan lebih besar,” ujar Irwansyah, Selasa (29/10).

Legislator Komisi III tersebut menegaskan, Pemprov Kepri sudah pasang target Silpa tahun ini sebesar Rp35 miliar. Menurutnya, tindakan yang dilakukan Pemprov Kepri adalah mengganli sumber-sumber pendapatan daerah, bukan memperbesar Silpa. Padahal Badan Pengelola Pajak dan Retrebusi Daerah (BP2RD) Provinsi Kepri sudah mengeluarkan beberapa item yang menjadi target PAD. Yakni, labuh jangkar, dan reklamasi.

“Pada tahun ini labuh jangkar ditargetkan Rp60 miliar. Kemudian rekomendasi Rp10 miliar. Artinya target PAD tahun depan sudah pasti menurun,” jelasnya.

Lebih lanjut, Irwansyah menyebutkan ada belasan kegiatan strategis yang sudah pasti menjadi Silpa. Bahkan jumlahnya mencapai diatas Rp20 miliar. Kemudian batalnya perbaikan Jembatan II Dompak yang sudah dianggarkan pada APBD Perubahan 2019 sebesar Rp6,4 miliar. Ia menanyakan, banyaknya kegiatan strategis yang dibatalkan oleh Pemprov Kepri.

“Seharusnya anggaran yang ada bisa dimanfaatkan bagi kebutuhan lain yang diharapkan masyarakat,” tegasnya.

Pada Senin (28/10) Plt Gubernur Kepri, Isdianto membenarkan banyak kegiatan yang dibatalkan. Menurutnya, alokasi anggaran tersebut otomatis akan menjadi Sikap APBD Kepri tahun ini. Menurut Isdianto, pihaknya akan berupaya untuk meningkatkan PAD Kepri tahun depan. Salah satu target yang ingin dituntaskan adalah labuh jangkar.

“Kita akan lobi Kemenhub untuk mendapatkan bagian dari sektor ini. Semoga bisa optimal bagi pembangunan daerah kedepan,” ujar Isdianto.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri membidik Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (ABPD) Kepri Tahun Anggaran (TA) 2020 mendatang tembus pada angka Rp4 triliun. Menyikapi target tersebut, Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kepri menyoroti belum optimalnya upaya Pemprov Kepri dalam menambah pundi-pundi Pendapatan Asli Daerah (PAD) baik itu pada sektor pajak daerah maupun retrebusi daerah.

“Dari penjelasan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Pemprov Kepri yang disampaikan melalui Kepala Badan Pengelola Pajak dan Retrebusi Daerah (BP2RD) Provinsi Kepri, APBD Kepri 2020 mengalami kenaikan,” ujar Anggota Banggar DPRD Kepri, Irwansyah.

Legislator Komisi III DPRD Kepri tersebut menjelaskan, target minimal APBD Kepri tahun depan sebesar Rp3.831 triliun. Namun jumlah tersebut bisa mencapai Rp4 triliun, apabila Piutang Pajak Air Permukaan (PAP) di Adya Tirta Batam (ATB) sebesar Rp32 miliar masuk kedalam kas daerah. Kemudian sektor lainnya yang turut mempengaruhi adalah Sisa Lebih Penggunaan Anggaran (Silpa) pada APBD Perubahan TA 2019 ini. (jpg)