Kadis PUPR Kota Tanjungpinang, Hendri bersama petugas saat pematangan dan penataan kawasan Quran Center belum lama ini. F.Dinas PUPR untuk Batam Pos

PRO PINANG – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Tanjungpinang melalui program pembangunan fasilitas umum memulai pembangunan Quran Center tahap pertama yaitu pematangan dan penataan kawasan pada anggaran 2019.

Kepala Dinas PUPR Kota Tanjungpinang, Hendri mengatakan Quran Center dibangun di atas lahan seluas sekitar 2,1 hektare milik Pemko Tanjungpinang di Jalan Daeng Kemboja, Kelurahan Kampung Bugis, tepatnya bersebelahan dengan rumah Dinas Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tanjungpinang.

“Quran Center sebagai pusat pendidikan Al-Quran untuk membentuk karakter umat Islam yang berilmu amaliah dan beramal ilmiah,” ucapnya.

Hendri juga menyampaikan pembangunan Quran Center dikerjakan secara bertahap, tahap pertama pada tahun 2019 yaitu pekerjaan pematangan lahan dan penataan kawasan yang saat ini sudah dilakukan.

“Dengan anggaran Rp 3 miliar dengan waktu pengerjaan 110 hari kerja yang akan selesai pada tanggal 27 Desember 2019 mendatang,” kata Hendri, Jum’at (1/11).

Kemudian dikatakan Hendri tahap kedua pada tahun 2020 yaitu pembangunan Ruang Kelas Belajar (RKB) sebanyak empat unit dengan anggaran Rp 10 miliar dan pada tahap ketiga ia mengatakan pada tahun 2021 pembangunan gedung perlengkap dan penataan ruang dengan estimasi anggaran Rp 12 miliar.

Pematangan dan penataan kawasan Quran Center di Jalan Daeng Kemboja, Kelurahan Kampung Bugis. F.Dinas PUPR untuk Batam Pos

Pembangunan Quran Center di atas lahan yang berkontur lereng itu memadukan konsep arsitektur lokal dengan arsitektur Islami. Pada titik elevasi tertinggi ditetapkan sebagai area ibadah akan dibangun masjid, kemudian kata Hendri, pada elevasi berikutnya yang merupakan area pendukung.

“Sebagai tempat bangunan lain seperti RKB atau asrama, ruang majelis guru, auditorium, perpustakaan, rumah jaga dan bangunan pelengkap lainnya,” kata Hendri.

RKB sebagai ruang pembelajaran, Hendri mengatakan akan dibangun dengan mengintegrasikan budaya lokal (Melayu) dengan arsitektur modern yang mampu memberikan ekspresi simbiosis yang responsif antara tradisi dan kepercayaan lokal dan universal serta alam dan bangunan.

“Bangunan ruang pembelajaran ini ditransformasikan dari rumah adat melayu yang dikombinasikan dengan pola Cogan Kerajaan Melayu pada bentuk fasad bangunan sebagai identitas kearifan lokal,” jelasnya.

Disampaikan Hendri, pembangunan Quran Center sebagai salah satu upaya dalam mewujudkan pencapaian visi kepala daerah yaitu menjadikan Tanjungpinang menjadi kota maju,berbudaya dan sejahtera dalam harmoni kebhinekaan masyarakat madani.

“Serta misi kepada daerah meningkatkan pengembangan kualitas SDM (sumber daya manusia) yang agamis, berbudaya, berwawasan kebangsaan dan berdaya saing global, “ungkapnya. (cr2)